Pemkab Labuhanbatu Beli Alat Ukur Suhu Tubuh Lebih Tinggi dari Harga Pasar

Selasa, 05 Mei 2020 - 11:30 WIB
Salah seorang sumber SINDONews.com berisial AY mengatakan, pembelian alat Ukur Suhu Tubuh HBT merk Nikita yang dilakukan Gugus Tugas Corona Virus (Covid-19) Pemkab Labuhanbatu sempat dipertanyakannya langsung kepada Sekretaris Gugus Tugas Covid -19.yang juga Plt Kepala BPBD Pemkab Labuhanbatu Atia Muhktar Maulana Hasibuan.

"Dia bilang gak apa-apa, dibeli seharga Rp 2.700.000×150= Rp 405.000.000. Karena alasan dia, barang tersebut, dikategorikan barang darurat seperti sembako dan tenda. Padahal, sebenarnya itu belum dikategorikan barang darurat," kata AY baru-baru ini.

Menurut AY, sampai sekarang ini pun, status Pemkab Labuhanbatu belum pernah termasuk kategori darurat Covid-19 yang diumumkan pemerintah pusat. Maka itu, pengadaan alat ukur suhu tubuh HBT yang ditunjuk pengadaannya melalui CV Nagoya tersebut perlu dipertanyakan dan dicek silang penetapan harganya agar tidak menjadi polemik di masyarakat.

Plt Kepala BPBD Pemkab Labuhanbatu Atia Mukhtar Maulana Hasibuan ketika dikonfirmasi tidak bersedia memberikan keterangan terkait persoalan ini. Tanda pesan Whatsupp yang terkirim tampak ceklis warna biru dibiarkan sudah terbaca.

Sementara, Sekdakab Labuhanbatu A Muflih ketika dikonfirmasi terkair perbedaan harga yang mencolok itu mengatakan, masalah harga agar ditanyakan kepala BPBD Labuhanbatu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!