Direct Call Dibuka, Pacu Ekspor Produk Pertanian Asal Sulut ke Jepang
Kamis, 24 September 2020 - 12:50 WIB
“Peluang besar bagi petani dan pelaku usaha di Sulut untuk memacu kinerja ekspor khususnya untuk tujuan Jepang,” kata Donni Muksydayan Saragih, Kepala Karantina Pertanian Manado yang turut hadir dan mendampingi gubernur. (Baca juga : Sejarah Baru, Ekspor Hasil Perikanan dari Manado Langsung ke Jepang )
Donni menambahkan selaku otoritas karantina pertanian, pihaknya memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor, impor maupun antar area.
Khusus untuk ekspor, Karantina Pertanian Manado juga melakukan pendampingan kepada petani guna memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan dan serangkaian tindakan guna penerbitan sertifikat karantina baik pytho certificate (PC) maupun health certificate (HC).
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil memberikan sambutan melalui Video Conference menyampaikan, "Persyaratan ekspor ke Jepang sesungguhnya cukup berat dibanding negara lain, pada kesempatan ini di tengah pandemi COVID-19, kita dari Indonesia bersama-sama mampu melakukan ekspor langsung tentunya kita patut berbahagia.”
Jamil menambahkan melalui pintu pengeluaran lain ekspor pertanian ke Jepang sudah cukup banyak, saat ini nilanyanya mencapai Rp4 triliun lebih. Dan kini bersiap produk pertanian dan perkebunan dari Sulut seperti labu, sereh wangi, kunyit kencur, lengkuas, daun pandan, vanili, bunga pala, dan lada biji untuk menembus pasar Jepang secara langsung, ungkap Jamil.
Donni menambahkan selaku otoritas karantina pertanian, pihaknya memberikan jaminan kesehatan dan keamanan produk pertanian yang dilalulintaskan baik ekspor, impor maupun antar area.
Khusus untuk ekspor, Karantina Pertanian Manado juga melakukan pendampingan kepada petani guna memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan dan serangkaian tindakan guna penerbitan sertifikat karantina baik pytho certificate (PC) maupun health certificate (HC).
Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil memberikan sambutan melalui Video Conference menyampaikan, "Persyaratan ekspor ke Jepang sesungguhnya cukup berat dibanding negara lain, pada kesempatan ini di tengah pandemi COVID-19, kita dari Indonesia bersama-sama mampu melakukan ekspor langsung tentunya kita patut berbahagia.”
Jamil menambahkan melalui pintu pengeluaran lain ekspor pertanian ke Jepang sudah cukup banyak, saat ini nilanyanya mencapai Rp4 triliun lebih. Dan kini bersiap produk pertanian dan perkebunan dari Sulut seperti labu, sereh wangi, kunyit kencur, lengkuas, daun pandan, vanili, bunga pala, dan lada biji untuk menembus pasar Jepang secara langsung, ungkap Jamil.
Lihat Juga :