Warga Papua Demo Desak Presiden Percepat Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya
Kamis, 24 September 2020 - 05:01 WIB
Menurut Yosafat, perjuangan pemekaran calon DOB PBD sudah tiga kali mendapatkan amanat presiden (Ampres). Namun hingga ini, pemerintah pusat tidak kunjung memekarkan PBD sebagai provinsi baru di bagian kepala burung.
"Kita sudah tiga kali mendapatkan Ampres, tapi sampai sekarang kenapa Papua barat daya belum juga dimekarkan. Alasan apa kenapa sampai di wilayah Papua Barat belum juga dimekarkan," ujarnya.
Selain itu, Anggota Presidium pemekaran PBD Sadrak Sawiyai memberikan perumpamaan bahwa, masyarakat Papua Barat tidak ingin membangun rumah tapi mereka hanya ingin membangun kamar di dalam rumah itu.
"Tiga Amanat Presiden (Ampres) kami lalui, jangan sampai terjadi pembohongan publik pada kami orang Papua. Presiden Jokowi dengar ini, Presiden SBY, Presiden Megawati kamu dua yang kasih keluar Ampres untuk kami Papua barat daya. Kalian harus bertanggung jawab dengan janji dan Ampres itu. Kami juga bagian dari Negara Republik Indonesia, jangan sampai kami di Papua Barat dianaktirikan. Kami juga sama dengan Papua," tegasnya. (BACA JUGA: De Bruyne, Lewandowski dan Neuer Berebut Penghargaan UEFA)
Kalau dilihat dari administrasi dan kelengkapan persyaratan, calon DOB PBD sudah sangat memenuhi syarat, lengkap dan tidak ada yang kurang. Namun kenapa Papua Barat Daya, tidak juga dimekarkan.
"Kita sudah tiga kali mendapatkan Ampres, tapi sampai sekarang kenapa Papua barat daya belum juga dimekarkan. Alasan apa kenapa sampai di wilayah Papua Barat belum juga dimekarkan," ujarnya.
Selain itu, Anggota Presidium pemekaran PBD Sadrak Sawiyai memberikan perumpamaan bahwa, masyarakat Papua Barat tidak ingin membangun rumah tapi mereka hanya ingin membangun kamar di dalam rumah itu.
"Tiga Amanat Presiden (Ampres) kami lalui, jangan sampai terjadi pembohongan publik pada kami orang Papua. Presiden Jokowi dengar ini, Presiden SBY, Presiden Megawati kamu dua yang kasih keluar Ampres untuk kami Papua barat daya. Kalian harus bertanggung jawab dengan janji dan Ampres itu. Kami juga bagian dari Negara Republik Indonesia, jangan sampai kami di Papua Barat dianaktirikan. Kami juga sama dengan Papua," tegasnya. (BACA JUGA: De Bruyne, Lewandowski dan Neuer Berebut Penghargaan UEFA)
Kalau dilihat dari administrasi dan kelengkapan persyaratan, calon DOB PBD sudah sangat memenuhi syarat, lengkap dan tidak ada yang kurang. Namun kenapa Papua Barat Daya, tidak juga dimekarkan.
Lihat Juga :