Pria yang Terobos Gerbang Mapolresta Tasikmalaya Jadi Tersangka
Selasa, 22 September 2020 - 13:14 WIB
Kombes Pol Erdi mengemukakan, peristiwa itu bermula ketika pelaku seorang diri mengemudikan minibus APV nopol D 1783 X dengan kecepatan tinggi menerobos masuk ke Mapolresta Tasikmalaya dan menabrak water barrier.
Setelah di depan halaman Mapolresta Tasikmalaya, pelaku berteriak, "Besok kiamat! Besok Kiamat!. "Selain itu, pelaku juga berupaya merebut senjata petugas. Namun berhasil menangkap HS," ujar Kombes Pol Erdi.
Kabid Humas mengemukakan, penyidik juga memeriksa telepon seluler (ponsel) milik pelaku HS. Di dalam ponsel itu terdapat surat penyerahan barang bukti pada 11 September 2020. Saat itu, HS terjaring razia minuman keras (miras) oleh Polresta Tasikmalaya. Barang dagangan minuman keras milik HS disita petugas.
"Tersangka HS diduga depresi sehingga melakukan penerobosan. Pasal yang diterapkan 356, 213, dan 406 KUH Pidana. Ini yang menyangkut perusakan dan penganiayaan kepada petugas. Dalam insiden perebutan senjata api itu, petugas terluka saat mempertahankan senjatanya," tutur Kabid Humas.
Sejauh ini, ungkap Erdi, penyidik belum mendapatkan bukti keterlibatan HS dengan kelompok radikal. "Tidak ada kaitan dengan kelompok radikal. Kasus ini diduga dipicu masalah personal karena toko miras milik HS dirazia," ungkap Kombes Pol Erdi.
Setelah di depan halaman Mapolresta Tasikmalaya, pelaku berteriak, "Besok kiamat! Besok Kiamat!. "Selain itu, pelaku juga berupaya merebut senjata petugas. Namun berhasil menangkap HS," ujar Kombes Pol Erdi.
Kabid Humas mengemukakan, penyidik juga memeriksa telepon seluler (ponsel) milik pelaku HS. Di dalam ponsel itu terdapat surat penyerahan barang bukti pada 11 September 2020. Saat itu, HS terjaring razia minuman keras (miras) oleh Polresta Tasikmalaya. Barang dagangan minuman keras milik HS disita petugas.
"Tersangka HS diduga depresi sehingga melakukan penerobosan. Pasal yang diterapkan 356, 213, dan 406 KUH Pidana. Ini yang menyangkut perusakan dan penganiayaan kepada petugas. Dalam insiden perebutan senjata api itu, petugas terluka saat mempertahankan senjatanya," tutur Kabid Humas.
Sejauh ini, ungkap Erdi, penyidik belum mendapatkan bukti keterlibatan HS dengan kelompok radikal. "Tidak ada kaitan dengan kelompok radikal. Kasus ini diduga dipicu masalah personal karena toko miras milik HS dirazia," ungkap Kombes Pol Erdi.
Lihat Juga :