Larangan Umrah Siap Dicabut, Umrah akan Dilakukan Secara Bertahap
Selasa, 22 September 2020 - 08:37 WIB
Dia mencatat penggabungan perusahaan umrah akan membuat mereka lebih kuat dan lebih mampu memberikan layanan berkualitas tinggi untuk sekitar 16 juta jamaah umrah dalam dan luar negeri setiap tahun. Baca Juga : Masuk 10 Besar, Kafilah MTQ Luwu Bakal Diberi Bonus Umrah
Kartu pintar baru akan dikeluarkan untuk perusahaan-perusahaan tersebut selama masa transisi mereka dan kartu ini akan digunakan pertama kali untuk melayani pengunjung Masjid Nabawi dari dalam Kerajaan dan luar negeri. “Kami bercita-cita melayani 30 juta jamaah setiap tahun pada tahun 2030,” katanya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Abdul Fattah Mashat, mengatakan merger dan akuisisi di sektor umrah akan secara signifikan mengurangi biaya operasional dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional dan diversifikasi layanan karena peningkatan aset dan kemampuan keuangan.
“Sistem haji dan umrah tidak terbatas pada layanan dasar yang diberikan kepada jamaah, karena terdapat paket lengkap dan beragam layanan yang dapat disediakan oleh sektor swasta, seperti layanan dukungan dan logistik, yang akan memiliki peran besar dalam mencapai tujuan Visi 2030," imbuh dia. Baca Lagi : Nasib Apes Jemaah Abu Tours : Aset Tidak Laku Dilelang, Kemenag Juga Ingkar Janji
Kartu pintar baru akan dikeluarkan untuk perusahaan-perusahaan tersebut selama masa transisi mereka dan kartu ini akan digunakan pertama kali untuk melayani pengunjung Masjid Nabawi dari dalam Kerajaan dan luar negeri. “Kami bercita-cita melayani 30 juta jamaah setiap tahun pada tahun 2030,” katanya.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Abdul Fattah Mashat, mengatakan merger dan akuisisi di sektor umrah akan secara signifikan mengurangi biaya operasional dan berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional dan diversifikasi layanan karena peningkatan aset dan kemampuan keuangan.
“Sistem haji dan umrah tidak terbatas pada layanan dasar yang diberikan kepada jamaah, karena terdapat paket lengkap dan beragam layanan yang dapat disediakan oleh sektor swasta, seperti layanan dukungan dan logistik, yang akan memiliki peran besar dalam mencapai tujuan Visi 2030," imbuh dia. Baca Lagi : Nasib Apes Jemaah Abu Tours : Aset Tidak Laku Dilelang, Kemenag Juga Ingkar Janji
(sri)
Lihat Juga :