Tambang Emas Ilegal Merajalela, Limbahnya Cemari Sungai di Madina
Senin, 21 September 2020 - 13:47 WIB
Alat berat untuk penambangan emas ilegal berada di tepi Sungai Batang Natal, Mandailing Natal, Sumatera Utara. Foto/iNews TV/Liansah Rangkuti
MANDAILING NATAL - Permasalahan pencemaran Sungai Batang Natal maupun anak sungainya seperti Sungai Desa Sipogu, Sungai Parlampungan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), akibat ulah penjahat pengusaha tambang emas ilegal , hingga saat ini masih terus merajalela.
(Baca juga: Ngamuk Saat Tes Urine, Pengunjung Bar Positif Narkoba )
Ada kesan aparat hukum dan pemerintah melakukan pembiaran. Akibat tambang emas ilegal tersebut, sungai menjadi berlumpur, kotor, dan berwarna kecoklatan, akibat pencemaran berat.
Akibat pembiaran terhadap kegiatan tambang emas ilegal di daerah aliran sungai (DAS) Batang Natal tersebut, aliran Sungai Batang Natal pun sudah menyempit dan tidak beraturan.
(Baca juga: Ngamuk Saat Tes Urine, Pengunjung Bar Positif Narkoba )
Ada kesan aparat hukum dan pemerintah melakukan pembiaran. Akibat tambang emas ilegal tersebut, sungai menjadi berlumpur, kotor, dan berwarna kecoklatan, akibat pencemaran berat.
Akibat pembiaran terhadap kegiatan tambang emas ilegal di daerah aliran sungai (DAS) Batang Natal tersebut, aliran Sungai Batang Natal pun sudah menyempit dan tidak beraturan.
Lihat Juga :