Diskusi Kebangsaan: Praktik Mafia Hambat Kemandirian Industri Farmasi
Jum'at, 18 September 2020 - 16:43 WIB
Ponco menduga, praktik ini adalah bagian dari mafia global di bidang medis dan tidak mustahil bagian dari Perang G-IV. Mafia global ini, dikenal dengan sebutan “medical-industrial complex” yang diadopsi dari istilah “military-industrial complex”. Dominasi mafia medis ini sudah berlangsung cukup lama.
“Praktik mafia tersebut diduga masih terus berlangsung pada kondisi seperti sekarang ini di mana kita tengah menghadapi pandemi COVID-19,” kata Pontjo.
Menurut Ponco, untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang membelit industri alat kesehatan dan obat dalam negeri maka penguasaan inovasi teknologi dalam sektor kesehatan dan farmasi harus menjadi perhatian kita semua secara sungguh-sungguh. "Tujuannya agar Indonesia mampu meningkatkan ketahanan kesehatan (health security)," ujar Ponco.
Ketua Forum Rektor Indonesia Arif Satria mengatakan, Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk mencapai kemandirian dalam bidang obat-obatan dan alat kesehatan. Sebab Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar seperti biodiversity dan produk laut yang sangat penting sebagai bahan baku obat-obatan.
Menurut Arif, inovator-inovator alat kesehatan juga cukup banyak baik dari kalangan perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga riset. Sebagai contoh, pada pandemi COVID-19 ini terjadi lompatan inovasi yang sangat membanggakan karena lebih dari 50 inovator muncul dengan inovasi yang relevan. “Dengan potensi yang kita miliki tersebut, seharusnya soal kemandirian obat kita nomer satu,” ujar Arif.
“Praktik mafia tersebut diduga masih terus berlangsung pada kondisi seperti sekarang ini di mana kita tengah menghadapi pandemi COVID-19,” kata Pontjo.
Menurut Ponco, untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang membelit industri alat kesehatan dan obat dalam negeri maka penguasaan inovasi teknologi dalam sektor kesehatan dan farmasi harus menjadi perhatian kita semua secara sungguh-sungguh. "Tujuannya agar Indonesia mampu meningkatkan ketahanan kesehatan (health security)," ujar Ponco.
Ketua Forum Rektor Indonesia Arif Satria mengatakan, Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk mencapai kemandirian dalam bidang obat-obatan dan alat kesehatan. Sebab Indonesia memiliki sumber daya yang sangat besar seperti biodiversity dan produk laut yang sangat penting sebagai bahan baku obat-obatan.
Menurut Arif, inovator-inovator alat kesehatan juga cukup banyak baik dari kalangan perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga riset. Sebagai contoh, pada pandemi COVID-19 ini terjadi lompatan inovasi yang sangat membanggakan karena lebih dari 50 inovator muncul dengan inovasi yang relevan. “Dengan potensi yang kita miliki tersebut, seharusnya soal kemandirian obat kita nomer satu,” ujar Arif.
Lihat Juga :