Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Pentingsari Sleman
Senin, 23 Maret 2026 - 14:28 WIB
Danang menambahkan Haisawit Indonesia juga aktif melakukan peningkatan kapasitas UMKM di berbagai daerah melalui pelatihan pengolahan produk turunan sawit dan penguatan jejaring pemasaran.
“Di beberapa daerah, UMKM telah menghasilkan berbagai produk turunan seperti sabun dan berbagai kerajinan rumah tangga. Kami juga mempertemukan pelaku UMKM dengan sektor industri dan hotel untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bersama untuk menyusun strategi produksi yang lebih optimal agar UMKM siap memenuhi permintaan pasar,” ujar Danang.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah, menjelaskan BPDP sebelumnya dikenal sebagai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Lembaga ini mengelola dana dari sektor perkebunan yang berasal dari kontribusi industri kelapa sawit sebagai salah satu komoditas utama penyumbang devisa negara dari sektor non-migas.
“Dana yang dikelola BPDP kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), program biodiesel, beasiswa, hingga pemberdayaan UMKM berbasis sawit,” jelas Helmi.
Helmi menegaskan pentingnya mendorong kemitraan antara UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan sebagai bagian dari penguatan ekosistem sawit yang berkelanjutan.
“Melalui kemitraan ini, rantai pasok dapat terintegrasi dengan lebih baik, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk. Hal ini tidak hanya memberikan kepastian usaha bagi UMKM, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari ekosistem industri sawit,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kawasan berbasis komoditas perkebunan yang terintegrasi dengan sektor lain, termasuk pariwisata desa.
“Pendekatan pengembangan kawasan ini mendorong terciptanya nilai tambah dari komoditas perkebunan melalui inovasi produk dan integrasinya dengan sektor pariwisata. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sawit dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan di Yogyakarta menjadi bagian dari upaya kampanye positif mengenai manfaat kelapa sawit kepada masyarakat.
“Di beberapa daerah, UMKM telah menghasilkan berbagai produk turunan seperti sabun dan berbagai kerajinan rumah tangga. Kami juga mempertemukan pelaku UMKM dengan sektor industri dan hotel untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. Karena itu, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi bersama untuk menyusun strategi produksi yang lebih optimal agar UMKM siap memenuhi permintaan pasar,” ujar Danang.
Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah, menjelaskan BPDP sebelumnya dikenal sebagai Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Lembaga ini mengelola dana dari sektor perkebunan yang berasal dari kontribusi industri kelapa sawit sebagai salah satu komoditas utama penyumbang devisa negara dari sektor non-migas.
“Dana yang dikelola BPDP kemudian dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), program biodiesel, beasiswa, hingga pemberdayaan UMKM berbasis sawit,” jelas Helmi.
Helmi menegaskan pentingnya mendorong kemitraan antara UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan sebagai bagian dari penguatan ekosistem sawit yang berkelanjutan.
“Melalui kemitraan ini, rantai pasok dapat terintegrasi dengan lebih baik, mulai dari penyediaan bahan baku hingga pemasaran produk. Hal ini tidak hanya memberikan kepastian usaha bagi UMKM, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani sebagai bagian dari ekosistem industri sawit,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan kawasan berbasis komoditas perkebunan yang terintegrasi dengan sektor lain, termasuk pariwisata desa.
“Pendekatan pengembangan kawasan ini mendorong terciptanya nilai tambah dari komoditas perkebunan melalui inovasi produk dan integrasinya dengan sektor pariwisata. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sawit dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, kegiatan di Yogyakarta menjadi bagian dari upaya kampanye positif mengenai manfaat kelapa sawit kepada masyarakat.
Lihat Juga :