Kepala BSKDN Harap Pemkot Surakarta Jadi Pengguna Inovasi Perguruan Tinggi
Kamis, 22 Januari 2026 - 23:06 WIB
“Hilirisasi inovasi ini menjadikan pemerintah daerah diharapkan menjadi off taker dari inovasi yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Dengan begitu, hasil riset tidak berhenti sebagai laporan akademik, tetapi dapat diterapkan menjadi inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya di Ruang Video Conference BSKDN pada Kamis (22/1/2026).
Yusharto menjelaskan, sinergi antara perangkat daerah dan perguruan tinggi perlu diperkuat agar hasil riset dapat diadopsi menjadi solusi atas berbagai permasalahan layanan publik. Setiap fakultas dan pusat kajian di perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki potensi untuk berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai urusan pemerintahan yang diampu.
Yusharto juga menyoroti tantangan pendanaan inovasi nasional yang masih relatif terbatas. Saat ini, anggaran riset Indonesia tercatat sekitar 0,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun demikian, komitmen Presiden untuk meningkatkan anggaran riset dan inovasi dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong kualitas dan keberlanjutan inovasi ke depan.
Lihat video: Kemendagri Minta Pemda Inovasi untuk Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik
Selain pendanaan dan hilirisasi, pembudayaan inovasi turut menjadi perhatian. Yusharto mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Kota Surakarta, seperti kompetisi inovasi, pemberian insentif, dan berbagai bentuk penguatan ekosistem inovasi yang mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Yusharto menjelaskan, sinergi antara perangkat daerah dan perguruan tinggi perlu diperkuat agar hasil riset dapat diadopsi menjadi solusi atas berbagai permasalahan layanan publik. Setiap fakultas dan pusat kajian di perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki potensi untuk berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai urusan pemerintahan yang diampu.
Yusharto juga menyoroti tantangan pendanaan inovasi nasional yang masih relatif terbatas. Saat ini, anggaran riset Indonesia tercatat sekitar 0,24% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Namun demikian, komitmen Presiden untuk meningkatkan anggaran riset dan inovasi dinilai menjadi momentum penting untuk mendorong kualitas dan keberlanjutan inovasi ke depan.
Lihat video: Kemendagri Minta Pemda Inovasi untuk Kualitas Pelayanan Publik Lebih Baik
Selain pendanaan dan hilirisasi, pembudayaan inovasi turut menjadi perhatian. Yusharto mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan Kota Surakarta, seperti kompetisi inovasi, pemberian insentif, dan berbagai bentuk penguatan ekosistem inovasi yang mendorong keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.
Lihat Juga :