BNPB Kebut Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Tamiang
Kamis, 15 Januari 2026 - 17:40 WIB
Saat ini, beberapa lokasi sudah mulai dibangun sejak awal Januari dan ditargetkan rampung pada akhir Januari, sehingga menjelang bulan puasa masyarakat sudah dapat menempati huntara. Aspek kenyamanan dan kesehatan menjadi prioritas utama, utamanya fasilitas sanitasi seperti MCK serta jaringan listrik melalui dukungan PLN yang sedang berproses memasang jaringan listrik, dalam waktu dekat juga akan dibangun sumur bor untuk mendukung kebutuhan air bersih.
"Salah satu huntara yang tengah dibangun berlokasi di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 8.672,6 m2 dengan bangunan yang disusun menggunakan sistem kopel berukuran 18 m x 7,2 m terdiri atas beberapa unit hunian dalam satu rangkaian," tuturnya.
Lihat video: Pemulihan Infrastruktur Dasar di Aceh Tamiang
Djohan menerangkan, 1 unit bangunan memiliki ukuran 3,6 m x 4,8 m, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m serta teras seluas 1,2 m x 3,6 m untuk menunjang kenyamanan penghuni. Desain kopel ini memungkinkan pemanfaatan lahan yang optimal, memudahkan penyediaan fasilitas bersama seperti sanitasi, serta mendukung penataan lingkungan huntara yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana.
"Guna mengejar target penyelesaian, BNPB melakukan percepatan dengan menambah personel di lapangan, termasuk masyarakat setempat, TNI/Polri serta lembaga swasta. Kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung proses pembangunan," jelasnya.
"Salah satu huntara yang tengah dibangun berlokasi di Desa Pematang Durian, Kecamatan Sekerak. Pembangunan dilakukan di atas lahan seluas kurang lebih 8.672,6 m2 dengan bangunan yang disusun menggunakan sistem kopel berukuran 18 m x 7,2 m terdiri atas beberapa unit hunian dalam satu rangkaian," tuturnya.
Lihat video: Pemulihan Infrastruktur Dasar di Aceh Tamiang
Djohan menerangkan, 1 unit bangunan memiliki ukuran 3,6 m x 4,8 m, dilengkapi kamar mandi berukuran 1,2 m x 1,2 m serta teras seluas 1,2 m x 3,6 m untuk menunjang kenyamanan penghuni. Desain kopel ini memungkinkan pemanfaatan lahan yang optimal, memudahkan penyediaan fasilitas bersama seperti sanitasi, serta mendukung penataan lingkungan huntara yang layak huni bagi masyarakat terdampak bencana.
"Guna mengejar target penyelesaian, BNPB melakukan percepatan dengan menambah personel di lapangan, termasuk masyarakat setempat, TNI/Polri serta lembaga swasta. Kondisi cuaca yang relatif cerah turut mendukung proses pembangunan," jelasnya.
Lihat Juga :