Komite Otsus Undang Presiden Hadiri Natal 2025 dan Nobatkan Papua sebagai Tanah Injili

Rabu, 10 Desember 2025 - 17:47 WIB
Baca juga: Hore, Kampung Ausem Papua Diterangi Listrik 24 Jam

Ia menambahkan, penobatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mengurangi hak komunitas agama lain, melainkan mempertegas pluralisme yang telah lama hidup di Papua dan menjadi khazanah bangsa Indonesia.

Sebagian penjelasan Yanni diperkuat kembali dalam wawancara lanjutan pada Rabu, 10 Desember 2025, saat ia merespons beberapa pertanyaan wartawan mengenai agenda komite dan arah kebijakan Otsus.

Saat rapat komite, Yanni kembali menekankan gagasannya agar dana Otsus Papua disalurkan langsung kepada rakyat melalui skema Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Ia menilai model penyaluran berbasis transfer langsung dapat meminimalkan kebocoran anggaran yang selama ini terjadi akibat tata kelola pemerintahan yang belum optimal.

"Dengan BLT yang adil, kualitas hidup masyarakat Papua dapat terangkat. Pembangunan manusia adalah inti kesejahteraan dan kunci keberhasilan Otonomi Khusus," ujar Yanni.

Menjawab pertanyaan wartawan mengenai mekanisme penyaluran BLT Otsus, Yanni menyebut perlunya aturan yang rinci, jelas, dan tidak menimbulkan ambiguitas. Salah satu opsi adalah memberikan dana tersebut langsung ke rekening setiap Orang Asli Papua (OAP) berusia 17 tahun ke atas.

"Katakanlah setiap orang menerima satu juta rupiah. Itu bisa dipakai bayar uang sekolah, pakaian, transportasi, bahkan makanan. Jika satu keluarga ada lima orang, maka totalnya lima juta rupiah, itu sangat terasa manfaatnya," kata Yanni.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!