Kisah Cinta Wiranto dan Rugaiya Usman, Lima Dekade Bersama hingga Akhir Hayat
Senin, 17 November 2025 - 16:13 WIB
Ia pernah berkata bahwa sang suami menyebutnya sebagai “pakaian” penjaga, pelindung, dan bagian penting yang memberikan kehormatan. Kalimat itu menggambarkan betapa kuatnya ikatan mereka.
Baca juga: Istri Jenderal Purn Wiranto Meninggal di Bandung, Besok Dimakamkan di Delingan
Rugaiya dikenal sebagai sosok penyayang dan sedikit cemburuan, namun tetap dalam batas wajar. Baginya, kepercayaan adalah fondasi pernikahan. Ia bahkan mengungkap bahwa selama masa pacaran, Wiranto tidak pernah mengucapkan kata "cinta".
Ketika Rugaiya bertanya alasan dari sikap itu, Wiranto hanya menjawab bahwa cinta adalah tindakan bukan ucapan manis. Perhatian, pengorbanan, rasa memiliki, itulah cinta yang sebenarnya.
Kisah mereka menjadi contoh keutuhan pasangan yang saling menjaga. Rumah tangga yang dibangun sejak 22 Februari 1975 itu dikaruniai tiga orang anak. Lima puluh tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak banyak dimiliki orang lain, dan kepergian Rugaiya mengakhiri babak besar dalam hidup Wiranto.
Jenazah Rugaiya disemayamkan di Kompleks PATI-AD Bambu Apus sebelum diberangkatkan ke Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah untuk dimakamkan. Wiranto dan keluarga memohon doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Di balik sorotan publik terhadap karier militer dan politik Wiranto, kisah cintanya bersama Rugaiya Usman memberi gambaran sisi seorang jenderal menjadi suami yang setia, ayah yang penuh kasih, dan pria yang menjaga janji hingga ujung waktu. (MG/Nesya Naila Naulia)
Baca juga: Istri Jenderal Purn Wiranto Meninggal di Bandung, Besok Dimakamkan di Delingan
Rugaiya dikenal sebagai sosok penyayang dan sedikit cemburuan, namun tetap dalam batas wajar. Baginya, kepercayaan adalah fondasi pernikahan. Ia bahkan mengungkap bahwa selama masa pacaran, Wiranto tidak pernah mengucapkan kata "cinta".
Ketika Rugaiya bertanya alasan dari sikap itu, Wiranto hanya menjawab bahwa cinta adalah tindakan bukan ucapan manis. Perhatian, pengorbanan, rasa memiliki, itulah cinta yang sebenarnya.
Kisah mereka menjadi contoh keutuhan pasangan yang saling menjaga. Rumah tangga yang dibangun sejak 22 Februari 1975 itu dikaruniai tiga orang anak. Lima puluh tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak banyak dimiliki orang lain, dan kepergian Rugaiya mengakhiri babak besar dalam hidup Wiranto.
Jenazah Rugaiya disemayamkan di Kompleks PATI-AD Bambu Apus sebelum diberangkatkan ke Delingan, Karanganyar, Jawa Tengah untuk dimakamkan. Wiranto dan keluarga memohon doa agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
Di balik sorotan publik terhadap karier militer dan politik Wiranto, kisah cintanya bersama Rugaiya Usman memberi gambaran sisi seorang jenderal menjadi suami yang setia, ayah yang penuh kasih, dan pria yang menjaga janji hingga ujung waktu. (MG/Nesya Naila Naulia)
(shf)
Lihat Juga :