Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram

Minggu, 28 September 2025 - 06:34 WIB
Semasa pemerintahan raja wanita Sri Isanatunggawijaya dan Sri Makuthawangsawardhana tidak diketahui apakah Medang dilanda aksi makar. Makar pada era Medang periode Jawa Timur baru diketahui semasa pemerintahan Dhamawangsa Teguh.

Saat itu, Haji Wurawari yang merupakan raja bawahan Medang memberontak terhadap kekuasaan Dharmawangsa Teguh setelah tidak direstui untuk menikahi putrinya yakni Dewi Laksmi. Makar Haji Wurawari dari Lwaram terhadap kekuasaan Dharmawangsa Teguh menuai hasil gemilang karena dukungan Sriwijaya.

Akibat makar Haji Wurawari, Dharmawangsa Teguh beserta para tamu undangan resepsi pernikahan Dewi Laksmi dan Airlangga tewas. Peristiwa tewasnya Dharmawangsa Teguh dan para tamu undangan tersebut dikenal dengan mahapralaya atau kematian massal.

Pascaruntuhnya Kerajaan Medang muncullah Kerajaan Kahuripan di bawah kepemimpinan Airlangga. Pada awal menjadi raja, Airlangga menundukkan Raja Hasin, Wisnuprabhawa (Raja Wuratan), dan Panuda (Raja Lewa) pada tahun 1030.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!