Rebutan Takhta hingga Wanita Jadi Penyebab Pemberontakan Berdarah Era Kalingga dan Mataram

Minggu, 28 September 2025 - 06:34 WIB
loading...
Rebutan Takhta hingga...
Perebutan takhta dan harta menimbulkan sejumlah pemberontakan serta kudeta berdarah terjadi di Kerajaan Medang dan Mataram. Foto: Ist
A A A
PEREBUTAN takhta dan harta menimbulkan sejumlah pemberontakan serta kudeta berdarah terjadi di Kerajaan Medang dan Mataram . Dua kerajaan itu pernah berjaya dan memiliki keterikatan satu sama lain. Pemberontakan ini bahkan sampai harus meninggalkan ibu kota kerajaan lama dan membuat yang baru.

Pemberontakan oleh oknum internal pejabat istana dan luar istana atau di bagian eksternal kerajaan menjadi penyebabnya. Pemberontakan telah dimulai sejak era Kerajaan Kalingga di bawah pemerintahan Dewa Singha yang mendapat serangan dari Sanjaya.

Baca juga: 13 Peninggalan Kebudayaan Kerajaan Mataram Kuno

Akibat serangan itu, takhta kekuasaan Dewa Singha berhasil digulingkan. Runtuhnya Kerajaan Kalingga Selatan menjadikan Sanjaya mendirikan Kerajaan Medang dan menobatkan dirinya sebagai raja.

Selama pemerintahan Kerajaan Medang juga diwarnai aksi makar untuk memperebutkan takhta. Sebagaimana Sri Wintala Achmad pada "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa : Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", aksi pemberontakan dimulai oleh Rakai Panunggalan Dyah Dharanindra terhadap raja-raja Jawa, Sumatera, dan luar wilayah Nusantara seperti Campa serta Kamboja.

Sementara, aksi makar dibuktikan dengan pemberontakan Rakai Panangkaran Dyah Pancapana terhadap kekuasaan Sanjaya, pemberontakan Rakai Walaing Mpu Kumbhayoni terhadap kekuasaan Rakai Pikatan Mpu Manuku. Kemudian, pemberontakan Rakai Gurunwangi Dyah Saladu dan Rakai Limus Dyah Dewendra terhadap kekuasaan Rakai Kayuwangi Dyah Lokapala.

Selain itu, penyerangan Rakai Watukura Dyah Balitung terhadap Dyah Saladu dan Dyah Dewendra, pemberontakan Rakai Hino Mpu Daksa terhadap kekuasaan Dyah Balitung, dan pemberontakan Rakai Sumba Dyah Wawa terhadap kekuasaan Rakai Layang Dyah Tulodong.

Pemerintahan Mataram Kuno di bawah Dyah Wawa pun berakhir saat letusan hebat Gunung Merapi terjadi pada tahun 928 Masehi. Sejak itu, Mpu Sindok yang merupakan Rakryan Mapatih Hino memindahkan ibu kota Medang dari bumi Mataram (Jawa Tengah) ke Tamlang dan berakhir di Watugaluh (Jawa Timur) pada tahun 929. Mengingat Dyah Wawa menjadi korban bencana Merapi, Mpu Sindok kemudian menobatkan diri sebagai Raja Medang.

Tidak disebutkan secara pasti apakah semasa pemerintahan Mpu Sindok terjadi makar. Prasasti Waharu (931) hanya sekilas menyinggung bahwa Medang pernah mendapat serangan dari musuh negara. Apakah musuh negara itu datang dari para pemberontak atau kerajaan lain, tidak ada sumber sejarah yang menyebutkannya dengan gamblang.

Semasa pemerintahan raja wanita Sri Isanatunggawijaya dan Sri Makuthawangsawardhana tidak diketahui apakah Medang dilanda aksi makar. Makar pada era Medang periode Jawa Timur baru diketahui semasa pemerintahan Dhamawangsa Teguh.

Saat itu, Haji Wurawari yang merupakan raja bawahan Medang memberontak terhadap kekuasaan Dharmawangsa Teguh setelah tidak direstui untuk menikahi putrinya yakni Dewi Laksmi. Makar Haji Wurawari dari Lwaram terhadap kekuasaan Dharmawangsa Teguh menuai hasil gemilang karena dukungan Sriwijaya.

Akibat makar Haji Wurawari, Dharmawangsa Teguh beserta para tamu undangan resepsi pernikahan Dewi Laksmi dan Airlangga tewas. Peristiwa tewasnya Dharmawangsa Teguh dan para tamu undangan tersebut dikenal dengan mahapralaya atau kematian massal.

Pascaruntuhnya Kerajaan Medang muncullah Kerajaan Kahuripan di bawah kepemimpinan Airlangga. Pada awal menjadi raja, Airlangga menundukkan Raja Hasin, Wisnuprabhawa (Raja Wuratan), dan Panuda (Raja Lewa) pada tahun 1030.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Jenderal Zhang Disingkirkan,...
Jenderal Zhang Disingkirkan, Tak Ada Lagi Jenderal China yang Berani pada Xi Jinping
Xi Jinping dan Krisis...
Xi Jinping dan Krisis Komando PLA: Kasus Zhang Youxia Ungkap Konflik Internal China
Ingin Jadi Presiden...
Ingin Jadi Presiden Abadi, Xi Jinping Singkirkan Semua Jenderal yang Menghalangi
Rekomendasi
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Berita Terkini
Gelombang Demonstrasi...
Gelombang Demonstrasi Berlanjut di Medan Merdeka Selatan, Mahasiswa Sampaikan Kritik Kebijakan Pemerintah
Konsep 8B Jadi Usulan...
Konsep 8B Jadi Usulan Fahira Idris untuk Wujudkan Jakarta yang Inklusif dan Berkeadilan
Korban Tewas Gempa Magnitudo...
Korban Tewas Gempa Magnitudo 6,7 di Sulteng Bertambah Jadi 3 Orang
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Sinergi Adev Natural...
Sinergi Adev Natural Indonesia dan Pangdam Siliwangi Ajak Masyarakat Teladani Semangat Hijriah
Tambang Emas Tanpa Izin...
Tambang Emas Tanpa Izin Ancam Lumbung Pangan di Parimo, Muhammad Irfain Desak Pemda Tindak Tegas
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved