Diteror Kembang Setaman, Ketua KPU Blitar Ngaku Tak Nyaman
Sabtu, 12 September 2020 - 12:27 WIB
Kiriman bunga setaman dan boneka kertas awalnya tidak membawa dampak apapun. Bahkan Umam sempat berfikir hanya perbuatan orang iseng. Namun lama kelamaan, diantara para komisioner mulai muncul rasa tidak nyaman yang akhirnya mereka memutuskan membawa ke kepolisian. BACA JUGA : Respon Satpol PP DKI Soal Pelibatan Preman Awasi Protokol Kesehatan di Pasar
"Kita tidak nyaman secara psikologis. Supaya clear, ranah ini menjadi ranah keamanan," kata Umam. Bagi para komisioner bukan masalah bunga setaman dan boneka kertas. Hal itu tidak terlalu dikhawatirkan. Menurut Umam ada pesan bersifat teror yang sengaja disampaikan si pengirim.
Karenannya pesan tersebut juga harus dijawab dengan pesan, yakni membawa ke kepolisian. Apapun tindakan yang melanggar hukum Umam menegaskan sudah sepantasnya diproses hukum. "Supaya ada efek jera. Kira kira begitu," papar Umam.
Apakah teror yang terjadi karena ada pihak yang tidak puas dengan kinerja KPU Kota Blitar, yakni terkait pilkada?. Umam mengatakan tidak tahu pasti. Tapi kalau memang merasa tidak puas, yakni semisal soal kinerja KPU, kata Umam tentu ada parameternya.
Begitu juga jika meragukan independensi penyelenggara, menurut dia ada salurannya. "Saya kira parameter harus jelas. Kan ada jalur resmi. Misalnya ke DKPP, " jelas Umam. BACA JUGA : Kebakaran di Toko Roti di Yogyakarta, Satu Orang Tewas
"Kita tidak nyaman secara psikologis. Supaya clear, ranah ini menjadi ranah keamanan," kata Umam. Bagi para komisioner bukan masalah bunga setaman dan boneka kertas. Hal itu tidak terlalu dikhawatirkan. Menurut Umam ada pesan bersifat teror yang sengaja disampaikan si pengirim.
Karenannya pesan tersebut juga harus dijawab dengan pesan, yakni membawa ke kepolisian. Apapun tindakan yang melanggar hukum Umam menegaskan sudah sepantasnya diproses hukum. "Supaya ada efek jera. Kira kira begitu," papar Umam.
Apakah teror yang terjadi karena ada pihak yang tidak puas dengan kinerja KPU Kota Blitar, yakni terkait pilkada?. Umam mengatakan tidak tahu pasti. Tapi kalau memang merasa tidak puas, yakni semisal soal kinerja KPU, kata Umam tentu ada parameternya.
Begitu juga jika meragukan independensi penyelenggara, menurut dia ada salurannya. "Saya kira parameter harus jelas. Kan ada jalur resmi. Misalnya ke DKPP, " jelas Umam. BACA JUGA : Kebakaran di Toko Roti di Yogyakarta, Satu Orang Tewas
Lihat Juga :