Wali Kota Bogor: PSBMK Lebih Tepat, Bukan PSBB Total
Jum'at, 11 September 2020 - 17:35 WIB
Dia juga mempersoalkan kesiapan pemberlakuan kebijakan PSBB total atau lockdown yang akan diterapkan di Jakarta. "Dalam kondisi seperti ini, lockdown harus dihitung secara cermat. Lockdown ini butuh kesiapan personel yang luar biasa. Memastikan orang tidak keluar rumah itu kan personelnya nggak cukup Satpol PP," katanya.
Kemudian, warga nantinya tidak bisa mencari nafkah lalu baik di rumah makan maupun tempat usaha lainnya, itu bagaimana. Semuanya harus dihitung.
"Nggak cukup kalau hanya Pemkot Bogor. Pemerintah pusat bisa nggak, provinsi bisa nggak. Tapi, dengan model PSBMK ekonomi berjalan dan penguatan protokol kesehatan dengan cara kolaborasi," ujar Bima. (Baca juga: IHSG Anjlok, Ketua DPRD DKI Ingatkan Anies Berhati-hati Keluarkan Pernyataan PSBB)
Saat diberlakukan PSBMK, Pemkot Bogor menemui para pengusaha rumah makan, restoran, dan kafe. Di situ pihaknya mendapatkan formula tepat. "Tinggal nanti kita detailkan Senin 14 September 2020 perpanjangan PSBMK di Kota Bogor seperti apa," ucapnya.
Kemudian, warga nantinya tidak bisa mencari nafkah lalu baik di rumah makan maupun tempat usaha lainnya, itu bagaimana. Semuanya harus dihitung.
"Nggak cukup kalau hanya Pemkot Bogor. Pemerintah pusat bisa nggak, provinsi bisa nggak. Tapi, dengan model PSBMK ekonomi berjalan dan penguatan protokol kesehatan dengan cara kolaborasi," ujar Bima. (Baca juga: IHSG Anjlok, Ketua DPRD DKI Ingatkan Anies Berhati-hati Keluarkan Pernyataan PSBB)
Saat diberlakukan PSBMK, Pemkot Bogor menemui para pengusaha rumah makan, restoran, dan kafe. Di situ pihaknya mendapatkan formula tepat. "Tinggal nanti kita detailkan Senin 14 September 2020 perpanjangan PSBMK di Kota Bogor seperti apa," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :