Perang Terbuka Pangeran Diponegoro dengan Residen Belanda dan Danurejo Akibat Pemasangan Patok Tanah
Jum'at, 04 Juli 2025 - 06:21 WIB
Baca juga: Kisah Sentot, Anak Muda Panglima Perang Jawa Andalan Pangeran Diponegoro
Residen mendapat laporan bahwa pancang-pancang itu dicabut oleh Pengikut Diponegoro, hingga diperintahkan Danurejo untuk memasang kembali pancang-pancang dengan dikawal oleh oleh pasukan Macanan, pasukan Pengawal Kepatihan.
Sebaliknya pengikut Diponegoro membalas mencabuti Pancang-pancang yang baru ditanam. Oleh pengikut Diponegoro pancang pancang tersebut diganti dengan tombak-tombak mereka. Insiden pancang ini merupakan konflik terbuka Smissaert-Danurejo dengan Diponegoro, yang melibatkan kekuatan bersenjata.
Berita insiden pancang ini tersebar luas di masyarakat. Para demang beserta anak buahnya dari berbagai pelosok kesultanan tanpa diundang berdatangan ke Tegalrejo bermaksud membela pangerannya.
Pada pertengahan bulan Juli 1825 telah berkumpul lebih kurang 1.500 orang. Di hadapan para sahabatnya, Kiai Taptojani dan Kiai Nitiprojo, Diponegoro menyatakan tekadnya untuk mengusir Belanda dan orang China dengan perang sabil. Aktivitas perlawanan pengikut Diponegoro telah meluas ke berbagai tempat.
Residen mendapat laporan bahwa pancang-pancang itu dicabut oleh Pengikut Diponegoro, hingga diperintahkan Danurejo untuk memasang kembali pancang-pancang dengan dikawal oleh oleh pasukan Macanan, pasukan Pengawal Kepatihan.
Sebaliknya pengikut Diponegoro membalas mencabuti Pancang-pancang yang baru ditanam. Oleh pengikut Diponegoro pancang pancang tersebut diganti dengan tombak-tombak mereka. Insiden pancang ini merupakan konflik terbuka Smissaert-Danurejo dengan Diponegoro, yang melibatkan kekuatan bersenjata.
Berita insiden pancang ini tersebar luas di masyarakat. Para demang beserta anak buahnya dari berbagai pelosok kesultanan tanpa diundang berdatangan ke Tegalrejo bermaksud membela pangerannya.
Pada pertengahan bulan Juli 1825 telah berkumpul lebih kurang 1.500 orang. Di hadapan para sahabatnya, Kiai Taptojani dan Kiai Nitiprojo, Diponegoro menyatakan tekadnya untuk mengusir Belanda dan orang China dengan perang sabil. Aktivitas perlawanan pengikut Diponegoro telah meluas ke berbagai tempat.
(shf)
Lihat Juga :