Perang Terbuka Pangeran Diponegoro dengan Residen Belanda dan Danurejo Akibat Pemasangan Patok Tanah

Jum'at, 04 Juli 2025 - 06:21 WIB
loading...
Perang Terbuka Pangeran...
Perang terbuka Pangeran Diponegoro dengan Residen Belanda Smissaert dan Danurejo terjadi setelah secara sepihak dilakukan pemancangan patok-patok tanah. Foto/Ist
A A A
TINGKAH laku Pejabat Hindia Belanda membuat Pangeran Diponegoro emosi bukan main. Residen Belanda Smissaert terus berkonfrontasi dengan Pangeran Diponegoro, di antaranya melalui tingkah laku dan persoalan moral saat berinteraksi interaksi dengan putri-putri keraton serta memasang patok tanah.

Pada suatu hari Smissaert dan Danurejo memerintahkan memasang patok-patok tiang pancang tanah, sebagai tanda akan dibuatnya jalan baru, yang sengaja melintasi tanah milik Diponegoro di Tegalrejo. Pangeran Diponegoro memerintahkan anak buahnya untuk mencabuti pancang-pancang tersebut.

Baca juga: Siasat Pasukan Pangeran Diponegoro Rampok Logistik Belanda di Perang Jawa

Pada Babad Diponegoro sang pangeran bahkan secara khusus menuliskan memori atau perintahnya "Sesudah salat ashar saya keluar rumah melihat ada gerombolan orang. Saya bertanya ke orang saya Ki Soban," kata Pangeran Diponegoro, dalam babad-nya.



Ki Soban pengikut Pangeran Diponegoro pun menjawab bahwa orang-orang itu adalah utusan Patih Danurejo yang akan membuat jalan. Pangeran Diponegoro begitu marah melihat patok-patok pancang yang dipasang Danurejo melintasi tanah milik keluarga Pangeran Diponegoro.

"Saya panggil pembantu yang lain, Mangunharjo. Apa yang terjadi Mangunharjo? Kenapa tidak memberi tahu saya? Cabut semua pancang itu!" kata Pangeran Diponegoro, melalui babad-nya sebagaimana dikutip dari buku "Sejarah Nasional Indonesia IV : Kemunculan Penjajahan di Indonesia".

Baca juga: Kisah Sentot, Anak Muda Panglima Perang Jawa Andalan Pangeran Diponegoro

Residen mendapat laporan bahwa pancang-pancang itu dicabut oleh Pengikut Diponegoro, hingga diperintahkan Danurejo untuk memasang kembali pancang-pancang dengan dikawal oleh oleh pasukan Macanan, pasukan Pengawal Kepatihan.

Sebaliknya pengikut Diponegoro membalas mencabuti Pancang-pancang yang baru ditanam. Oleh pengikut Diponegoro pancang pancang tersebut diganti dengan tombak-tombak mereka. Insiden pancang ini merupakan konflik terbuka Smissaert-Danurejo dengan Diponegoro, yang melibatkan kekuatan bersenjata.

Berita insiden pancang ini tersebar luas di masyarakat. Para demang beserta anak buahnya dari berbagai pelosok kesultanan tanpa diundang berdatangan ke Tegalrejo bermaksud membela pangerannya.

Pada pertengahan bulan Juli 1825 telah berkumpul lebih kurang 1.500 orang. Di hadapan para sahabatnya, Kiai Taptojani dan Kiai Nitiprojo, Diponegoro menyatakan tekadnya untuk mengusir Belanda dan orang China dengan perang sabil. Aktivitas perlawanan pengikut Diponegoro telah meluas ke berbagai tempat.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kembali atau Dijajah:...
Kembali atau Dijajah: Menjemput Nusantara Jayasempurna
Dukung Repatriasi Kekayaan...
Dukung Repatriasi Kekayaan Bangsa, Garuda Pulangkan Koleksi Sejarah dari Belanda
Diponegoro Hero, Film...
Diponegoro Hero, Film AI yang Hidupkan Kembali Api Perjuangan Pahlawan Jawa
Rekomendasi
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Amalan Hari Asyura 10...
Amalan Hari Asyura 10 Muharram: Puasa Asyura, Sedekah, dan Meluaskan Rezeki Keluarga
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Berita Terkini
Menkes: Korban Penyekapan...
Menkes: Korban Penyekapan dan Penganiayaan Brutal Pacar selama 3 Tahun Bakal Jalani Rekonstruksi Wajah
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan 1.151 Km Jalan serta Hadiri Munas-Konbes NU
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Tak Perlu Tunggu Air...
Tak Perlu Tunggu Air Mati, Perumda Bekasi Kini Bisa Deteksi Pipa Bocor Sejak Dini
2 Fakta Stasiun JIS:...
2 Fakta Stasiun JIS: Hanya Miliki Satu Peron dan Beroperasi hingga Pukul 21.30 WIB
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved