Jadi Narasumber Webinar Nasional, Thia Yufada Pamerkan Gambo Muba
Selasa, 08 September 2020 - 19:43 WIB
"Gambir ini adalah salah satu bagian yang sangat penting esensial sekali untuk produk farmasi. Gambir Antibiotik alami, dan menurut riset yang telah dikeluarkan oleh universitas Sriwijaya dan IPB bahwa Gambir kami adalah yang terbaik di Indonesia. Keunggulan Gambo Muba, produk ini memiliki nilai estetika yang tinggi karena penggunaan bahan pewarnaan alami," terangnya.
Thia juga mengatakan bahwa kerajinan asli tangan pemberdayaan masyarakat terutama para ibu-ibu rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan ekonominya, dan produk produk Gambir ini juga sangat ramah lingkungan.
"Perlu saya ceritakan di sini, pada awalnya jumputan disini diusahakan dari ibu- ibu rumah tangga. Jadi memanfaatkan waktu luang mereka. Di Musi Banyuasin perempuan ini sebagian adalah tenaga kerja yang membantu suami menyadap pohon Karet di setiap pagi, kemudian pulang dari menyadap karet dan sorenya melakukan penjemputan. Di sinilah kita memasukkan UMKM nya," terangnya.
Selain itu, sang Inisiator ini juga memaparkan produk Pelepah pinang yang dikelola menjadi wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik. "Pelepah pinang ini juga menjadi program kita bersama pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat dan inovasi produk ramah lingkungan ini juga terus kita fokuskan pengembangan pengelolaan pelepah pinang," terangnya.
Sementara, Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan Iriyadi AK yang bertanya apakah UMKM terlahir dari kompetensi masyarakat dan apakah masih ada kendala di UMKM di Kabupaten Musi Banyuasin?
Thia juga mengatakan bahwa kerajinan asli tangan pemberdayaan masyarakat terutama para ibu-ibu rumah tangga yang dapat meningkatkan pendapatan ekonominya, dan produk produk Gambir ini juga sangat ramah lingkungan.
"Perlu saya ceritakan di sini, pada awalnya jumputan disini diusahakan dari ibu- ibu rumah tangga. Jadi memanfaatkan waktu luang mereka. Di Musi Banyuasin perempuan ini sebagian adalah tenaga kerja yang membantu suami menyadap pohon Karet di setiap pagi, kemudian pulang dari menyadap karet dan sorenya melakukan penjemputan. Di sinilah kita memasukkan UMKM nya," terangnya.
Selain itu, sang Inisiator ini juga memaparkan produk Pelepah pinang yang dikelola menjadi wadah makanan pengganti styrofoam dan plastik. "Pelepah pinang ini juga menjadi program kita bersama pemerintah untuk pemberdayaan masyarakat dan inovasi produk ramah lingkungan ini juga terus kita fokuskan pengembangan pengelolaan pelepah pinang," terangnya.
Sementara, Rektor Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan Iriyadi AK yang bertanya apakah UMKM terlahir dari kompetensi masyarakat dan apakah masih ada kendala di UMKM di Kabupaten Musi Banyuasin?
Lihat Juga :