Meriam Kematian Tanda Arogansi Penguasa Mataram ketika Bertahta

Jum'at, 09 Mei 2025 - 07:36 WIB
Tidak seorang pun yang berani mengangkat kepalanya, apalagi memandang wajah Sunan. Sultan kemudian berkata ke pamannya Pangeran Purbaya: "para pemuka agama", yang seharusnya menjadi teladan bagi mereka semua dalam perbuatan-perbuatan kebajikan, mereka itulah penyebab kematian adiknya.

Setelah itu, ia menyuruh empat orang kepercayaannya menyeret ke depan beberapa orang yang tidak turut terbunuh, yang segera mengaku telah merencanakan untuk mengangkat Pangeran Alit sebagai raja.

Seraya meledak amarahnya, Sultan pun menyuruh menyeret 7 atau 8 orang pembesar yang dicurigainya dan mereka dibunuh. Istri dan anak-anak mereka pun segera dibunuh. Akhirnya ia masuk kembali ke keraton, meninggalkan semua pembesar yang sudah tua dan diangkat semasa pemerintahan ayahnya itu dalam suasana tercekam dan penuh kekhawatiran.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!