Peluang Pengelolaan Zakat dan Infak di Kampus Negeri: Sinergi antara Baznas dan Lembaga Amil Zakat
Kamis, 08 Mei 2025 - 11:40 WIB
Selain desa lingkar kampus, UPZ juga bekerjasama dengan berbagai organisasi di IPB sehingga komposisi penerima manfaat utama terdiri dari fakir & miskin (76,5%), fisabilillah (11,1%), dan amilin (10,9%). Program lain yang diberikan berupa bantuan sosial, seperti memberikan bingkisan hari raya, santunan lansia (Program Usia Emas) dengan Agrianita IPB, dan makan siang murah untuk mahasiswa di masjid-masjid yang ada di 3 kampus utama IPB.
Selain itu, UPZ juga memberikan fasilitas kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan rutin untuk lansia dhuafa program dakwah berupa program pemberantasan buta huruf Al Quran dan Sekolah Quran untuk mahasiswa. Program pelatihan keterampilan berhasil meningkatkan pendapatan peserta, seperti pelatihan kebersihan yang meningkatkan penghasilan dari Rp800.000 menjadi Rp2.300.000 per bulan.
Capaian UPZ Al Hurriyyah kemudian mendapatkan penghargaan sebagai Kontributor Zakat Perguruan Tinggi Terbesar dari Baznas Jabar pada 2024. Saldo akhir dana zakat sebesar Rp42.746.524 yang merupakan defisit akibat penyaluran melebihi penerimaan. Hal ini menunjukkan potensi pengumpulan masih banyak yang belum dioptimalkan oleh lembaga pengelola zakat. Sementara saldo dana infak sejumlah Rp152.562.463 dapat menutupi program lain yang membutuhkan.
UPZ Al Hurriyyah IPB telah menunjukkan kinerja yang solid dalam penghimpunan, penyaluran, dan pemberdayaan mustahik, dengan fokus pada pendidikan, pelatihan, dan bantuan sosial. Transparansi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan lembaga ini dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip zakat dan SDGs. Masih banyak potensi zakat yang perlu digali. Kerjasama dengan lembaga lain perlu ditingkatkan dapat menjadi solusi.
Organisasi pengelola zakat (OPZ) lainnya dapat mengambil manfaat dan saling melengkapi dengan program penghimpunan dan penyaluran UPZ. Bahkan sudah ada OPZ yang aktif berdampingan dan saling melengkapi program UPZ Al Hurriyyah dan dapat bekerjasama dengan berbagai organisasi di IPB, terutama yang bersifat lokal, seperti Agrianita, badan eksekutif mahasiswa, maupun himpunan profesi mahasiswa.
Keterbatasan ruang lingkup UPZ menyebabkan penyaluran dana UPZ memprioritaskan tingkat IPB secara umum, sehingga untuk program-program spesifik yang diselenggarakan oleh organisasi dalam IPB belum tergarap oleh UPZ. Hal ini menjadi peluang bagi organisasi zakat lain untuk masuk IPB dan tidak menjadi penghambat OPZ lain untuk mengoptimalkan pengelolaan dana zakat dan infak di IPB seperti yang sudah dan sedang terjadi.
Selain itu, UPZ juga memberikan fasilitas kesehatan berupa pemeriksaan kesehatan rutin untuk lansia dhuafa program dakwah berupa program pemberantasan buta huruf Al Quran dan Sekolah Quran untuk mahasiswa. Program pelatihan keterampilan berhasil meningkatkan pendapatan peserta, seperti pelatihan kebersihan yang meningkatkan penghasilan dari Rp800.000 menjadi Rp2.300.000 per bulan.
Capaian UPZ Al Hurriyyah kemudian mendapatkan penghargaan sebagai Kontributor Zakat Perguruan Tinggi Terbesar dari Baznas Jabar pada 2024. Saldo akhir dana zakat sebesar Rp42.746.524 yang merupakan defisit akibat penyaluran melebihi penerimaan. Hal ini menunjukkan potensi pengumpulan masih banyak yang belum dioptimalkan oleh lembaga pengelola zakat. Sementara saldo dana infak sejumlah Rp152.562.463 dapat menutupi program lain yang membutuhkan.
UPZ Al Hurriyyah IPB telah menunjukkan kinerja yang solid dalam penghimpunan, penyaluran, dan pemberdayaan mustahik, dengan fokus pada pendidikan, pelatihan, dan bantuan sosial. Transparansi dan kolaborasi menjadi kunci keberhasilan lembaga ini dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sesuai prinsip zakat dan SDGs. Masih banyak potensi zakat yang perlu digali. Kerjasama dengan lembaga lain perlu ditingkatkan dapat menjadi solusi.
Organisasi pengelola zakat (OPZ) lainnya dapat mengambil manfaat dan saling melengkapi dengan program penghimpunan dan penyaluran UPZ. Bahkan sudah ada OPZ yang aktif berdampingan dan saling melengkapi program UPZ Al Hurriyyah dan dapat bekerjasama dengan berbagai organisasi di IPB, terutama yang bersifat lokal, seperti Agrianita, badan eksekutif mahasiswa, maupun himpunan profesi mahasiswa.
Keterbatasan ruang lingkup UPZ menyebabkan penyaluran dana UPZ memprioritaskan tingkat IPB secara umum, sehingga untuk program-program spesifik yang diselenggarakan oleh organisasi dalam IPB belum tergarap oleh UPZ. Hal ini menjadi peluang bagi organisasi zakat lain untuk masuk IPB dan tidak menjadi penghambat OPZ lain untuk mengoptimalkan pengelolaan dana zakat dan infak di IPB seperti yang sudah dan sedang terjadi.
(ars)
Lihat Juga :