Cerita Raja Majapahit Tarik Upeti dari Rakyat untuk Bangun Istana Megah dan Pesta Besar-besaran

Selasa, 29 April 2025 - 07:31 WIB
Sejarawan Prof. Slamet Muljana, pada bukunya berjudul "Tafsir Sejarah Nagarakretagama" yang dikutip SindoNews, Selasa (29/4/2025) menuturkan, bagaimana harta benda persembahan upeti diserahkan kepada pemerintah pusat, terutama dimasukkan sebagai harta kekayaan raja untuk membiayai segala macam pengeluaran istana.

Oleh karena itu, tidak mengherankan raja dapat membangun istana dan gedung-gedung para pembesar seperti diuraikan dalam pupuh 8-13, dan membuat pesta besar-besaran, baik demi kepentingan pribadi keluarga raja maupun demi perayaan-perayaan sepanjang tahun, di mana rakyat juga ikut menikmati.

Baca juga: Deretan Dirreskrimsus yang Dimutasi Kapolri pada Maret 2025, Ini Daftar Namanya

Segala-galanya serba besar lagi mewah untuk menunjukkan keagungan kerajaan, yang memang subur makmur. Kekayaan raja berupa abdi, harta, kereta, gajah, dan kuda dikatakan berlimpah-limpah bagai samudera. Perluasan wilayah juga membawa akibat peningkatan hubungan dagang antara pusat dan daerah.

Pelabuhan Tuban, Gresik, dan Surabaya ramai dikunjungi pedagang dari daerah dan negara-negara asing tetangga. Ma Huan, pedagang Cina yang juga mengunjungi Majapahit pada 1413 setelah Majapahit mengalami kemunduran berkata bahwa, pelabuhan-pelabuhan itu banyak didiami oleh pedagang Cina dan asli, yang kaya-kaya. Segala macam barang dagangan banyak diperjualbelikan di situ. Mutu manikam dan barang-barang buatan luar negeri banyak diborong oleh pedagang asli dalam jumlah besar.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!