Arus Mudik Lebaran 2025: Lalu Lintas Kendaraan di Jatim Turun 14,74 Persen
Jum'at, 04 April 2025 - 08:29 WIB
Sementara itu, puncak penumpang angkutan bus terjadi pada H-2 atau 29 Maret 2025, dengan jumlah 187.580 penumpang. Data menunjukkan bahwa pemudik yang menggunakan bus turun 4,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Arus Balik Lebaran Meningkat, Korlantas Polri Siapkan One Way di KM 188 hingga KM 70
Berbeda dengan bus, moda transportasi kereta api justru mengalami peningkatan. Puncaknya terjadi pada H2 atau 1 April 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 179.645 orang, naik 5,47 persen dari tahun lalu menjadi 1.389.178 penumpang.
“Kalau untuk penumpang angkutan laut, puncak mudik terjadi di H-7 atau 24 Maret kemarin. Akumulasi dari H-10 hingga H2 mencapai 119.105 penumpang. Untuk moda udara, total penerbangan mencapai 3.361 flights, dengan puncak pergerakan terjadi pada H-3 Lebaran,” ujar Emil saat meninjau arus mudik di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (3/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga meninjau langsung evaluasi arus mudik melalui Jatim Transportation Control Center (JTCC). Ia memantau kondisi lalu lintas, angkutan jalan, pelabuhan, dan bandara melalui CCTV yang terintegrasi di pusat kendali tersebut.
Baca juga: Arus Balik Lebaran Meningkat, Korlantas Polri Siapkan One Way di KM 188 hingga KM 70
Berbeda dengan bus, moda transportasi kereta api justru mengalami peningkatan. Puncaknya terjadi pada H2 atau 1 April 2025, dengan jumlah penumpang mencapai 179.645 orang, naik 5,47 persen dari tahun lalu menjadi 1.389.178 penumpang.
“Kalau untuk penumpang angkutan laut, puncak mudik terjadi di H-7 atau 24 Maret kemarin. Akumulasi dari H-10 hingga H2 mencapai 119.105 penumpang. Untuk moda udara, total penerbangan mencapai 3.361 flights, dengan puncak pergerakan terjadi pada H-3 Lebaran,” ujar Emil saat meninjau arus mudik di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Jalan A Yani, Surabaya, Kamis (3/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Emil juga meninjau langsung evaluasi arus mudik melalui Jatim Transportation Control Center (JTCC). Ia memantau kondisi lalu lintas, angkutan jalan, pelabuhan, dan bandara melalui CCTV yang terintegrasi di pusat kendali tersebut.
Lihat Juga :