Sejak AKB, Konsumsi BBM di Bandung Raya Mulai Normal
Senin, 31 Agustus 2020 - 11:59 WIB
Begitupun dengan konsumsi BBM jenis Gasoil (Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex). Terjadi kenaikan permintaan mencapai 86% dari konsumsi harian. Di mana rata-rata pada kondisi normal periode Januari-Februari sekitar 1.400 KL.
Wilayah Sales Area Retail Bandung sendiri melingkupi wilayah Bandung Raya yaitu, Kota dan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Cimahi. Serta Priangan Timur (Sumedang, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran).
Dari pertumbuhan tersebut, sebagian besar konsumsi BBM jenis Gasoline telah melebihi 10% di atas kondisi normal konsumsi bulan Januari-Februari. Terutama di Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Garut, Bandung dan Bandung Barat.
Sedangkan, konsumsi BBM jenis Gasoil di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung serta Bandung Barat masih berada di bawah kondisi normal. (Baca juga: Polres Buton Kejar Pelaku Penjualan Pulau Pendek di Situs Online )
"Dalam kondisi pandemi saat ini, kami mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya, dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit dan lebih bersih untuk lingkungan," jelas Eko.
Wilayah Sales Area Retail Bandung sendiri melingkupi wilayah Bandung Raya yaitu, Kota dan Kabupaten Bandung dan Bandung Barat, Cimahi. Serta Priangan Timur (Sumedang, Ciamis, Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran).
Dari pertumbuhan tersebut, sebagian besar konsumsi BBM jenis Gasoline telah melebihi 10% di atas kondisi normal konsumsi bulan Januari-Februari. Terutama di Kabupaten Pangandaran, Ciamis, Garut, Bandung dan Bandung Barat.
Sedangkan, konsumsi BBM jenis Gasoil di Kota Bandung dan Kabupaten Bandung serta Bandung Barat masih berada di bawah kondisi normal. (Baca juga: Polres Buton Kejar Pelaku Penjualan Pulau Pendek di Situs Online )
"Dalam kondisi pandemi saat ini, kami mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya, dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit dan lebih bersih untuk lingkungan," jelas Eko.
Lihat Juga :