Kisah Hayam Wuruk Kirim Surat Lempeng Emas untuk Merajut Hubungan dengan Dinasti Ming
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 09:00 WIB
Hayam Wuruk sebagaimana pada “Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit”, dikisahkan sudah mulai kewalahan. Keputusan akhirnya diambil dengan menunjuk Gajah Enggon pada tahun 1367, sebagai Patih Amangkubhumi.
Pada pemerintahan Hayam Wuruk, antara 1351-1389 hubungan Majapahit dengan China yang sejak lama di masa Mahapatih Gajah Mada telah diputuskan, dilangsungkan lagi. Pada 1368 utusan Majapahit datang di negeri China membawa upeti untuk kaisar dari Dinasti Yuan.
Pada waktu itu di negeri China sedang timbul huru-hara, yang mengakibatkan jatuhnya pemerintahan Dinasti Yuan. Seorang anak petani Tsu Yuan Tsiang yang menjadi pendeta Budha, pada tahun 1358 berhasil menguasai Nanking dan beberapa daerah di China Selatan.
Ia bertekad meletakkan kependetaannya untuk memimpin tentara pemberontakan, ketika asramanya dirusak oleh tentara Dinasti Yuan. Dari Nanking Tsu Yuan Tsiang bergerak ke utara menuju Peking dan berhasil mengusir Kaisar pada tahun 1368.
Baca juga: Geger Sayembara Hadiah Tanah Mataram Picu Pecah Perang Kerajaan Jipang dan Pajang
Pada pemerintahan Hayam Wuruk, antara 1351-1389 hubungan Majapahit dengan China yang sejak lama di masa Mahapatih Gajah Mada telah diputuskan, dilangsungkan lagi. Pada 1368 utusan Majapahit datang di negeri China membawa upeti untuk kaisar dari Dinasti Yuan.
Pada waktu itu di negeri China sedang timbul huru-hara, yang mengakibatkan jatuhnya pemerintahan Dinasti Yuan. Seorang anak petani Tsu Yuan Tsiang yang menjadi pendeta Budha, pada tahun 1358 berhasil menguasai Nanking dan beberapa daerah di China Selatan.
Ia bertekad meletakkan kependetaannya untuk memimpin tentara pemberontakan, ketika asramanya dirusak oleh tentara Dinasti Yuan. Dari Nanking Tsu Yuan Tsiang bergerak ke utara menuju Peking dan berhasil mengusir Kaisar pada tahun 1368.
Baca juga: Geger Sayembara Hadiah Tanah Mataram Picu Pecah Perang Kerajaan Jipang dan Pajang
Lihat Juga :