Program Zero Poverty untuk Pemberdayaan Amil Zakat Diperkenalkan dalam Evaluasi PKN
Jum'at, 04 Oktober 2024 - 17:36 WIB
Dalam sesi evaluasi, Prof. Kamaruddin Amin menyampaikan bahwa proyek ini perlu dilengkapi dengan persiapan terencana dalam pengembangan amil secara sistematis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Baznas dan Kementerian Agama dalam menyiapkan filterisasi dan beasiswa bagi calon amil, sehingga SDM yang dihasilkan lebih profesional dan mampu mengelola potensi zakat yang semakin meningkat.
Tri Widodo Wahyu Utomo dari LAN RI juga memberikan tanggapan positif terhadap proyek perubahan ini. Menurutnya, pendataan profil SDM amil dalam sistem informasi zakat Kementerian Agama menjadi langkah penting untuk mendukung keberhasilan program Zero Poverty.
"Proyek ini harus ditindaklanjuti dengan kolaborasi antar kementerian guna memastikan penerapan yang efektif di lapangan," ujarnya.
Tri Widodo juga menyoroti pentingnya pembaruan kapasitas SDM amil yang sudah ada. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan tenaga amil yang kompeten, sehingga langkah-langkah terencana dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan harus segera dilakukan oleh Kementerian Agama.
Dengan harapan besar terhadap program Zero Poverty, Prof. Waryono menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk mengatasi kemiskinan melalui zakat. Ia menutup presentasinya dengan pesan optimistis. “From zero to hero amil for poverty alleviation, selamat tinggal kemiskinan, selamat datang amil berdaya, zakat jaya, Indonesia digdaya, masyarakat sejahtera!” katanya.
Tri Widodo Wahyu Utomo dari LAN RI juga memberikan tanggapan positif terhadap proyek perubahan ini. Menurutnya, pendataan profil SDM amil dalam sistem informasi zakat Kementerian Agama menjadi langkah penting untuk mendukung keberhasilan program Zero Poverty.
"Proyek ini harus ditindaklanjuti dengan kolaborasi antar kementerian guna memastikan penerapan yang efektif di lapangan," ujarnya.
Tri Widodo juga menyoroti pentingnya pembaruan kapasitas SDM amil yang sudah ada. Ia menekankan bahwa pengelolaan zakat membutuhkan tenaga amil yang kompeten, sehingga langkah-langkah terencana dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan harus segera dilakukan oleh Kementerian Agama.
Dengan harapan besar terhadap program Zero Poverty, Prof. Waryono menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata untuk mengatasi kemiskinan melalui zakat. Ia menutup presentasinya dengan pesan optimistis. “From zero to hero amil for poverty alleviation, selamat tinggal kemiskinan, selamat datang amil berdaya, zakat jaya, Indonesia digdaya, masyarakat sejahtera!” katanya.
(ars)
Lihat Juga :