Nasri: Jika Tidak Daftar Ulang ke Sunda Empire, Semua Negara Tak Boleh Cetak Uang

Selasa, 25 Agustus 2020 - 19:55 WIB
Dicecar pertanyaan ini, Nasri menjawab dengan jawaban yang kurang masuk akal. "Itu sudah ada sistem aset. Sistem aset itu seluruh negara tidak boleh mencetak uang. Pemerintahan manapun harus berdasarkan jumlah emas, baru boleh cetak uang. Kalau tidak, namanya utang obligasi. Kalau dilanggar, nggak sopan. Kenapa dikasih persyaratan? silakan minta izin ke Sunda Empire," jawab Nasri.

Jaksa Suharja menanyakan bukti-bukti terkait pernyataannya namun Nasri Banks tidak bisa membuktikanya. JPU juga menanyakan soal pernyataan Nasri Banks soal PBB dan Bank Dunia bermula dari Bandung. Nasri berdalih, itu bermula dari masuknya Jepang ke Pulau Jawa.

"Jadi begini, saat Belanda menyerah di Kalijati Subang pada 8 Maret 1945, tiga hari kemudian, 12 Maret Belanda melarikan diri, kalah perang. Kemudian, Jepang ke Isola (di kampus UPI Bandung) dan deklarasikan Empire of The Sun," ungkap Nasri Banks.

Saat ditanya soal bukti otentik soal pernyataan itu, baik Rangga, Nasri Banks dan Rd Ratnaningrum tidak bisa menjawab.

Seperti sidang-sidang sebelumnya, persidangan Sunda Empire pada Selasa (25/8/2020) ini juga diwarnai gelak tawa jaksa, hakim, dan pengunjung mendengar jawaban-jawaban ketiga terdakwa.

Seperti saat ditanya soal kekuasaan Sunda Empire meliputi seluruh instansi lembaga di berbagai negara. "Apakah Pengadilan Negeri Bandung ini di bawah kekuasaan Sunda Empire," tanya Jaksa Suharja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!