Ini Pesan Khusus Bupati pada Ibu-Ibu Kecamatan Seteluk dan Poto Tano

Senin, 24 Agustus 2020 - 14:50 WIB
Diakhir sambutannya, Bupati memberikan sebuah ilustrasi tentang kehidupan sebuah keluarga. “Pada suatu saat suami istri sedang duduk berdua disebuah ruangan. Disela asyiknya saling bercengkrama terdengarlah suara bebek, wek,wek,wek. Sang istri pun merespon “ bagus ya suara ayam itu”. Suami pun merepon “itu suara bebek, bukan suara ayam”. Kejadian yang sama terulang kembali, lalu sang suami agak jengkel dan menanggapi “itu bukan suara ayam tapi suara bebek”. Hal yang sama terulang lagi, dan suami pun dengan kesal menanggapi secara kasar, “ini perempuan koq ga bisa bedain mana suara bebek mana suara ayam!”.

Alhasil dari kejadian tersebut sang istri menangis. Sang suami melihat kejadian tersebut berusaha mengambil hati sang istri dan berusaha mencari cara agar istrinya tersenyum lagi. Tiba-tiba terdengar suara ayam berkokok, sang suami pun langsung merepon, “Bagus ya suara bebek itu”, dan secara spontan sang istri langsung tersenyum, dan selanjutnya hubungan kedua suami istri menjadi membaik.

Dari ilustrasi tersebut Bupati berpesan, “agar semua masyarakat dapat menjaga keharmonisan keluarga, apalagi sekarang kita sudah masuk tahapan pilkada. Pilihan boleh beda, tetapi jangan sampai keharmonisan keluarga terganggu. Jangan sampai hal sepele bisa memperkeruh suasana, seperti yang diilustrasikan dalam cerita tadi, terutama kaum ibu-ibu saya menekankan agar ibu-ibu mengambil peran.” Lamin ibu-ibu anu basatotang, InsyaAllah aman desa darat”, tutup Bupati.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!