Ini Pesan Khusus Bupati pada Ibu-Ibu Kecamatan Seteluk dan Poto Tano
Senin, 24 Agustus 2020 - 14:50 WIB
Ini Pesan Khusus Bupati pada Ibu-Ibu Kecamatan Seteluk dan Poto Tano
TALIWANG - Bupati Sumbawa Barat W Musyafirin dalam kesempatan menghadiri acara silaturrahmi bersama pengurus dan anggota PNPM UPK Kecamatan Seteluk dan Poto Tano memberikan pesan khusus kepada kaum ibu-ibu.
"Dewasa ini didalam kehidupan masyarakat sering terjadi tindakan premanisme. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) misalnya, tindakan main hakim sendiri, dan sejenisnya. Tindakan tersebut biasanya dipicu karena kita tidak bisa menjaga sikap dan ucapan. Terutama kepada kaum ibu-ibu saya berpesan," ungkap Bupati.
Ia mengajak masyarakat menjaga harkat martabat, jaga ucapan, jangan merendahkan orang, hindari caci maki, mengumpat, karena hal tersebut menjadi sumber dari tindakan premanisme.
Diterangkan Bupati, bisa saja kita yang dicaci, dimaki, di umpat dan lain sebagainya, sabar dalam menghadapinya dan memaafkan orang yang mencaci tersebut, tetapi siapa yang bisa menjamin sanak keluarga dari orang yang dicaci tersebut (saudara, sepupu, ipar, paman,bibi,dll) bisa menahan emosinya, dan bisa menerima tindakan yang dilakukan oleh orang yang mencaci. Hal tersebut dapat memicu terjadinya tindakan premanisme, main hakim sendiri, karena niat dari seseorang ingin membela harga diri dan martabat. Oleh karenanya Bupati mengajak kepada semua masyarakat, terutama kaum ibu-ibu, agar menjaga sikap dan ucapan, agar tidak terjadi tindakan premanisme di dalam masyarakat.
"Dewasa ini didalam kehidupan masyarakat sering terjadi tindakan premanisme. Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) misalnya, tindakan main hakim sendiri, dan sejenisnya. Tindakan tersebut biasanya dipicu karena kita tidak bisa menjaga sikap dan ucapan. Terutama kepada kaum ibu-ibu saya berpesan," ungkap Bupati.
Ia mengajak masyarakat menjaga harkat martabat, jaga ucapan, jangan merendahkan orang, hindari caci maki, mengumpat, karena hal tersebut menjadi sumber dari tindakan premanisme.
Diterangkan Bupati, bisa saja kita yang dicaci, dimaki, di umpat dan lain sebagainya, sabar dalam menghadapinya dan memaafkan orang yang mencaci tersebut, tetapi siapa yang bisa menjamin sanak keluarga dari orang yang dicaci tersebut (saudara, sepupu, ipar, paman,bibi,dll) bisa menahan emosinya, dan bisa menerima tindakan yang dilakukan oleh orang yang mencaci. Hal tersebut dapat memicu terjadinya tindakan premanisme, main hakim sendiri, karena niat dari seseorang ingin membela harga diri dan martabat. Oleh karenanya Bupati mengajak kepada semua masyarakat, terutama kaum ibu-ibu, agar menjaga sikap dan ucapan, agar tidak terjadi tindakan premanisme di dalam masyarakat.
Lihat Juga :