Mualaf Belitung Dihina, Sejumlah Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Babel

Kamis, 20 Agustus 2020 - 22:00 WIB
Alopius menegaskan, pihaknya memilih melakukan langkah-langkah sesuai aturan dengan melaporkan hal tersebut ke polisi ketimbang melakukan pengerahan massa umat muslim. (Baca dong: Wartawan di Mamuju Tengah Dibunuh, Mayatnya Dibuang di Pinggir Jalan)

“Saya bukan tidak bisa mengerahkan massa muslim. Tapi bukan begitu caranya. Saya mau ciptakan Islam yang Rahmatan Lil Alamin bukan Islam yang brutal. Kami siap saja mengerahkan massa. Tapi kami tunggu reaksi dia (Terlapor) dulu bagaimana. Belitung daerah aman. Hal itu hanya membangkitkan lebah yang tertidur,” ujar dia.

Alopius mengaku tidak habis pikir mengapa banyak muslim yang bungkam dengan tindakan yang sudah menghina mualaf dan agama Islam tersebut.

“Di Belitung ulama ada, MUI ada, tokoh-tokoh agama ada. Tapi kok bungkam. Apa menganggap mualaf ini pengotor agama. Kok tidak ada bunyi sama sekali. Mestinya angkat bicara karena setiap muslim adalah saudara,” timpal dia.

Sementara Direktur Ditreskrimsus Polda Bangka Belitung Komisaris Besar Haryo Sugihartono mengatakan laporan PITI tersebut sudah diterima dan segera akan dilakukan pengkajian oleh penyidik. “(Laporan) sudah diterima. Sedang kita kaji terlebih dahulu,” ujar dia.
(sms)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!