Kisah Penyerangan Sriwijaya dan Tiongkok ke Mataram Hancurkan Kerajaan Medang
Senin, 27 Mei 2024 - 07:00 WIB
Sriwijaya juga memerankan diri sebagai sebuah pusat budaya.
Yijing, seorang pengelana Buddhis Tiongkok yang tinggal di Palembang dan Jambi pada abad ke-7, atau sekitar tahun 671, mencatat bahwa terdapat lebih dari seribu biksu dan sarjana terpelajar, yang didukung oleh kerajaan untuk belajar agama di Palembang. “
Mereka belajar agama Buddha, yang membuat wilayah Kerajaan Sriwijaya tumbuh menjadi pusat pendidikan agama Buddha," sebagaimana dikutip dari "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit di Luar Jawa dan Luar Negeri".
Baca Juga: Kisah Lamuri, Kerajaan Hindu di Wilayah Aceh yang Dikuasai Majapahit era Hayam Wuruk
Yijing, seorang pengelana Buddhis Tiongkok yang tinggal di Palembang dan Jambi pada abad ke-7, atau sekitar tahun 671, mencatat bahwa terdapat lebih dari seribu biksu dan sarjana terpelajar, yang didukung oleh kerajaan untuk belajar agama di Palembang. “
Mereka belajar agama Buddha, yang membuat wilayah Kerajaan Sriwijaya tumbuh menjadi pusat pendidikan agama Buddha," sebagaimana dikutip dari "Sejarah Kerajaan Bawahan Majapahit di Luar Jawa dan Luar Negeri".
Baca Juga: Kisah Lamuri, Kerajaan Hindu di Wilayah Aceh yang Dikuasai Majapahit era Hayam Wuruk
Lihat Juga :