3 Tersangka Kasus Korupsi Kredit Bank Rp4,4 Miliar Jadi Tahanan Kota
Kamis, 18 Januari 2024 - 10:12 WIB
Baca Juga: Tangani Persoalan Hukum, Bank Jatim Gandeng Kejaksaan
Kasus ini bermula pada 3 Agustus 2015. Saat itu, Primkop UPN Veteran Jatim mengajukan pinjaman Rp5 miliar kepada bank. Lalu pada 11 November 2015, pihak koperasi kembali mengajukan pinjaman dengan nominal yang sama. Saat itu tersangka YAS menjabat sebagai Ketua Primkop UPN Veteran Jawa Timur.
Sedangkan SR sebagai sekretarisnya dan WI bertindak sebagai juru bayar. Ketiganya dinilai bertanggung jawab atas dua kali pengajuan pinjaman pembiayaan koperasi untuk anggotanya (PKPA) kepada bank.Yaitu 3 Agustus dan 11 November 2015, yang kemudian dikucurkan senilai total Rp10 miliar.
Baca Juga: Bank Jatim Menjadi Bank Pertama dalam Pelaksanaan IKD For Banking di Indonesia
Penyidik mengungkap tersangka YAS, SR dan WI atas pengajuan pinjaman yang telah dikucurkan senilai total Rp10 miliar tersebut telah membuat laporan keuangan dan perjanjian kepada anggota Primkop UPN Veteran Jatim secara fiktif. ”Perbuatan ketiga tersangka mengakibatkan bank mengalami kerugian Rp4,4 miliar,” ujar Ananto.
Kasus ini bermula pada 3 Agustus 2015. Saat itu, Primkop UPN Veteran Jatim mengajukan pinjaman Rp5 miliar kepada bank. Lalu pada 11 November 2015, pihak koperasi kembali mengajukan pinjaman dengan nominal yang sama. Saat itu tersangka YAS menjabat sebagai Ketua Primkop UPN Veteran Jawa Timur.
Sedangkan SR sebagai sekretarisnya dan WI bertindak sebagai juru bayar. Ketiganya dinilai bertanggung jawab atas dua kali pengajuan pinjaman pembiayaan koperasi untuk anggotanya (PKPA) kepada bank.Yaitu 3 Agustus dan 11 November 2015, yang kemudian dikucurkan senilai total Rp10 miliar.
Baca Juga: Bank Jatim Menjadi Bank Pertama dalam Pelaksanaan IKD For Banking di Indonesia
Penyidik mengungkap tersangka YAS, SR dan WI atas pengajuan pinjaman yang telah dikucurkan senilai total Rp10 miliar tersebut telah membuat laporan keuangan dan perjanjian kepada anggota Primkop UPN Veteran Jatim secara fiktif. ”Perbuatan ketiga tersangka mengakibatkan bank mengalami kerugian Rp4,4 miliar,” ujar Ananto.
Lihat Juga :