Akibat COVID-19, Realisasi PAD NTB Turun 10 Persen
Selasa, 11 Agustus 2020 - 15:37 WIB
“Penurunan jumlah penerimaan pendapatan daerah atau PAD yang dibebankan pada Bappenda NTB tahun anggaran 2020, berpengaruh pada belanja pegawai,” kata Iswandi. (Baca juga: Kadis DPMPT-SP Kota Bima Diturunkan Pangkatnya Ada Apa? )
Realisasi pendapatan derah, PAD, tahun anggaran 2020, Bappenda NTB. Bersumber dari PAD dari pajak daerah dengan itemnya PKB, BBNKB, PBBKB, PAP, pajak rokok, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang diusahakan, Ilpad, dan dana perimbangan.
Sementara target realisasi pendapatan daerah atau PAD hingga akhir tahun 2020/ diprediksikan bisa mencapai angka 53,74% atau Rp3, 47 triliun.
Namun dengan adanya pembatasan layanan, Bappenda NTB melakukan sejumlah terobosan, seperti, layanan penyampaian surat dari rumah ke rumah, Samsat online delivery dan penyampaikan informasi atau sosialisasi lewat media.
Realisasi pendapatan derah, PAD, tahun anggaran 2020, Bappenda NTB. Bersumber dari PAD dari pajak daerah dengan itemnya PKB, BBNKB, PBBKB, PAP, pajak rokok, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang diusahakan, Ilpad, dan dana perimbangan.
Sementara target realisasi pendapatan daerah atau PAD hingga akhir tahun 2020/ diprediksikan bisa mencapai angka 53,74% atau Rp3, 47 triliun.
Namun dengan adanya pembatasan layanan, Bappenda NTB melakukan sejumlah terobosan, seperti, layanan penyampaian surat dari rumah ke rumah, Samsat online delivery dan penyampaikan informasi atau sosialisasi lewat media.
(nth)