Warga Simbang Budidayakan Tanaman Obat Penangkal COVID-19
Minggu, 09 Agustus 2020 - 21:10 WIB
Mardiah menyampaikan permintaan konsumen memang semakin meningkat selama pandemi. Pasalnya, tanaman obat ini diyakini mampu menigkatkan daya tahan tubuh.
"Selama masa pandemi COVID-19 , paling diminati itu jahe merah dan bawang dayak karena diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi selama pandemi jumlah penjualan meningkat, rata-rata perbulannya itu sekitar Rp2 juta lebih," ujar Mardiah, saat ditemui Koran SINDO di rumahnya, kemarin.
Dalam membudidayakan tanaman obat dan meramunya menjadi penangkal COVID-19, Kelompok Toga Mandiri mendapatkan pembinaan dari Puskemas Simbang.
Hal itu diakui Kepala Puskesmas Simbang, Ilyas Nur. Menurutnya, mereka mendapatkan pembinaan terkait cara dan dosisi dalam memanfaatkan berbagai jenis tanaman obat. Termasuk cara meminimalisir penggunaan obat kimia.
Baca Juga: Butuh Hand Sanitizer? Ada Produk Buatan UIN dari Tanaman Herbal
"Selama masa pandemi COVID-19 , paling diminati itu jahe merah dan bawang dayak karena diyakini mampu meningkatkan daya tahan tubuh. Jadi selama pandemi jumlah penjualan meningkat, rata-rata perbulannya itu sekitar Rp2 juta lebih," ujar Mardiah, saat ditemui Koran SINDO di rumahnya, kemarin.
Dalam membudidayakan tanaman obat dan meramunya menjadi penangkal COVID-19, Kelompok Toga Mandiri mendapatkan pembinaan dari Puskemas Simbang.
Hal itu diakui Kepala Puskesmas Simbang, Ilyas Nur. Menurutnya, mereka mendapatkan pembinaan terkait cara dan dosisi dalam memanfaatkan berbagai jenis tanaman obat. Termasuk cara meminimalisir penggunaan obat kimia.
Baca Juga: Butuh Hand Sanitizer? Ada Produk Buatan UIN dari Tanaman Herbal
Lihat Juga :