Misteri dan Legenda Gunung Merapi yang Beredar di Masyarakat

Kamis, 07 Desember 2023 - 22:01 WIB
Menurut legenda, Batara Narada dan Dewa Penyarikan datang menyelidiki keberadaan Gunung Jamurdipa. Utusan kayangan itu mengamati dari atas langit karena gunung itu yang membuat Pulau Jawa menjadi miring.

Setelah itu, Batara Narada dan Dewa Panyarikan lantas berencana untuk memindahkan Gunung Jamurdipa ke tengah, tepatnya di hutan tempat kedua empu pembuat keris. Pemindahan ini untuk mencegah agar Pulau Jawa tidak tenggelam.

Mendengar usulan ini, Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Dewa Panyarikan untuk datang ke daerah utara dan berdiskusi dengan kedua empu tersebut.

Empu Rama dan Empu Pamadi yang sedang melihat hasil pahatan kerisnya terkejut melihat kedatangan Batara Narada dan Dewa Panyarikan ke tempat tinggalnya. Kedua utusan memohon kedua empu agar pindah ke tempat lain.

Permintaan itu ditolak oleh kedua empu dengan alasan kualitas keris yang dihasilkan tidak akan sebagus yang mereka buat selama ini, jika mereka pindah ke tempat lain. Maka pertarungan fisik pun terjadi.

Lagi-agi kedua kubu sama kuat, hingga jeda sejenak. Dengan terpaksa Batara Narada dan Dewa Penyarikan kembali ke kayangan untuk memberitahukan berita tersebut kepada Batara Guru.

Mendengar laporan tersebut, Batara Guru memerintahkan Batara Narada dan Dewa Panyarikan untuk memindahkan Gunung Jamurpadi ke hutan tersebut meskipun kedua empu sakti itu menolak.

Atas perintah itu, Batara Narada dan Dewa Panyarikan membawa Gunung Jamurdipa terbang dari selatan ke utara. Empu Rama dan Empu Pamadi terkejut melihat sebuah benda besar terbang di atas mereka. Gunung Jamurdipa lalu dilepaskan dan jatuh menimpa kedua empu tersebut.

Namun di puncak gunung, keluar asap putih yang ternyata berasal dari tungku perapian kedua empu. Sejak itu Gunung Jamurdipa lebih dikenal dengan nama Gunung Merapi.
(okt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!