Seleksi Paskibraka Maros Dikritik, Dispora Dianggap Tak Profesional
Kamis, 06 Agustus 2020 - 21:54 WIB
Beberapa sekolah yang menerima surat tersebut, lanjut Sutri, kemudian mendatangi Dispora Maros. Di sana, perwakilan sekolah diminta tak mempermasalahkan lebih jauh soal surat tersebut. Sebagai gantinya, Dispora Maros lalu membuat surat baru dengan stempel basah.
Baca juga: Gubernur Dukung Penuh Geopark Maros Pangkep Menuju Pariwisata Dunia
"Selanjutnya pada 4 Maret 2020 sudah terbentuk panitia penyeleksian paskibraka Maros 2020, yang seharusnya pada tanggal 16 Maret 2020 adalah jadwal penyeleksian paskibraka Maros 2020 ditunda atau dibatalkan karena alasan pendemi COVID, tapi sampai sekarang tanpa ada konfirmasi kepada seluruh unsur panitia paskibraka Maros 2020 dan seluruh sekolah SMA sederajat di Maros yang telah menerima undangan penyeleksian paskibraka Maros 2020," jelasnya.
Indikasi ketidakprofesionalan Dispora Makassar kata Sutri juga terlihat dalam pemanggilan 10 orang untuk mengikuti wawancara dan pengukuran postur tubuh. Menurut dia, pemanggilan itu terkesan sembunyi-sembunyi karena hanya melibatkan oknum rekanan pihak Dispora tanpa mengonfirmasi kepada seluruh unsur panitia paskibraka Maros 2020.
"Dari 10 orang itu, ada satu orang yang sudah tamat dan berstatus alumni sekolah salah satu SMA di Maros. Hanya 9 orang berstatus pelajar. Mereka diminta untuk datang ke kantor Dispora Maros untuk melakukan wawancara dan pengukuran postur tubuh untuk persiapan paskibraka Maros 2020. Padahal satu orang sudah bukan pelajar," ungkapnya.
Baca juga: Pembayaran Biaya Nikah di Maros Kini Bisa Menggunakan EDC
Pemanggilan 10 orang tersebut kata Sutri juga terkesan spesial. Sebab, pihak Dispora Maros menyuruh oknum rekanannya mendatangi langsung rumah pribadi 10 orang tersebut.
Baca juga: Gubernur Dukung Penuh Geopark Maros Pangkep Menuju Pariwisata Dunia
"Selanjutnya pada 4 Maret 2020 sudah terbentuk panitia penyeleksian paskibraka Maros 2020, yang seharusnya pada tanggal 16 Maret 2020 adalah jadwal penyeleksian paskibraka Maros 2020 ditunda atau dibatalkan karena alasan pendemi COVID, tapi sampai sekarang tanpa ada konfirmasi kepada seluruh unsur panitia paskibraka Maros 2020 dan seluruh sekolah SMA sederajat di Maros yang telah menerima undangan penyeleksian paskibraka Maros 2020," jelasnya.
Indikasi ketidakprofesionalan Dispora Makassar kata Sutri juga terlihat dalam pemanggilan 10 orang untuk mengikuti wawancara dan pengukuran postur tubuh. Menurut dia, pemanggilan itu terkesan sembunyi-sembunyi karena hanya melibatkan oknum rekanan pihak Dispora tanpa mengonfirmasi kepada seluruh unsur panitia paskibraka Maros 2020.
"Dari 10 orang itu, ada satu orang yang sudah tamat dan berstatus alumni sekolah salah satu SMA di Maros. Hanya 9 orang berstatus pelajar. Mereka diminta untuk datang ke kantor Dispora Maros untuk melakukan wawancara dan pengukuran postur tubuh untuk persiapan paskibraka Maros 2020. Padahal satu orang sudah bukan pelajar," ungkapnya.
Baca juga: Pembayaran Biaya Nikah di Maros Kini Bisa Menggunakan EDC
Pemanggilan 10 orang tersebut kata Sutri juga terkesan spesial. Sebab, pihak Dispora Maros menyuruh oknum rekanannya mendatangi langsung rumah pribadi 10 orang tersebut.
Lihat Juga :