Sang Panca Wilwatikta, Jabatan Menteri yang Bikin Karut-marut Majapahit
Jum'at, 27 Oktober 2023 - 09:50 WIB
Para patih dan pembesar negara bawahan menerima perintah dari patih Majapahit, dan memberikan laporan tentang keadaan negara-negara bawahan kepada sang patih. Demikianlah patih negara bawahan, biasa disebut dengan patih saja, melaksanakan pemerintahan di negara bawahan, sedangkan patih seluruh negara memberikan perintah dan arahan tentang bagaimana menjalankan negara bawahan atau di daerah.
Jejak jabatan Sang Panca Wilwatikta, diduga sudah ada pada awal pembentukan negara Majapahit, sebagai lanjutan Kerajaan Singasari. Namun nama-nama pejabatnya tidak disebut dalam piagam Kudadu. Pada piagam itu, hanya patih, demung, dan kanuruhan yang disebut.
Baru dalam piagam Penanggungan dijumpai lengkap, baik jabatan maupun nama para pejabatnya. Berdasarkan atas pemberitaan Pararaton, dan Kidung Rangga Lawe pada awal pembentukan negara Majapahit, yang menjadi patih adalah Mpu Nambi.
Baca juga: 10 Pohon Tumbang dan Rumah Rusak di Cimahi Akibat Diterjang Hujan Deras
Pengangkatan Nambi sebagai patih itulah yang menyebabkan timbulnya pemberontakan Rangga Lawe pada tahun 1295, atau pertama kali sejak Majapahit, dideklarasikan jadi kerajaan.
Bila disebutkan ada beberapa orang yang mengisi jabatan di Sang Panca Wilwatikta, sebagaimana ditemukan pada berbagai piagam. Di Piagam Penanggungan bertarikh 1296 misalnya ada Rakryan Mapatih: Pu Tambi; Rakryan Demung, Pu Renteng; Rakryan Kanuruhan: Pu Elan; Rakryan Rangga: Pu Sasi; dan Rakryan Tumenggung: Pu Wahana
Di Piagam Sidateka berangka tahun 1323, terdapat Mapatih Ring Majapahit yang diisi Dyah Halayudha; Rakryan Demung diisi Pu Samaya; Rakryan Kanuruhan Pu Anekakan; Rakryan Rangga: Pu Jalu; dan Rakryan Tumenggung tidak disebut.
Lihat Juga :