Sang Panca Wilwatikta, Jabatan Menteri yang Bikin Karut-marut Majapahit

Jum'at, 27 Oktober 2023 - 09:50 WIB
Hasil imajinasi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dari akun Instagram @ainusantara, tentang pemberontakan Ra Kuti berdasarkan novel berjudul Gajah Mada karya Langit Kresna Hariadi. Foto/Dok. @ainusantara
Pada awal berdirinya, Kerajaan Majapahit telah membuat sistem pemerintahan. Di antaranya membuat jabatan-jabatan strategis, untuk memudahkan kerja raja dalam memimpin kerajaan.

Baca juga: Siu Ban Ci, Selir Prabu Brawijaya Dari China yang Mengubah Sejarah Jawa



Sayangnya, jabatan-jabatan strategis tersebut justru menjadi momok di internal Kerajaan Majapahit, karena menjadi perebutan sejumlah bangsawan untuk bisa mengisi jabatan strategis tersebut, hingga memicu banyak pergolakan.

Kakawin Nagarakretagama menjelaskan, adanya jabatan Sang Panca Wilwatikta yang mempunyai hubungan sangat dekat dengan istana. Pada pupuh karangan Mpu Prapanca ini, dijelaskan Sang Panca Wilwatikta adalah lima orang pembesar dalam pemerintahan Majapahit, menjadi pembantu utama sang prabu dalam urusan pemerintahan.

Baca juga: Suara Gemuruh dari Puncak Gunung Slamet, Bikin Siswa SD Ketakutan

Di antara lima pembesar tersebut, jabatan patih adalah yang tertinggi. Nagarakretagama pupuh 10/2 menyebutnya amátya ring sanágara: patih seluruh negara. Sebagaimana dijelaskan Slamet Muljana pada "Tafsir Sejarah Nagarakretagama", sebutan itu hanya diperuntukkan bagi patih Majapahit untuk membedakannya dengan patih-patih di negara bawahan, seperti Daha, Kahuripan, Wengker, Matahun, dan sebagainya.

Kakawin Nagarakretagama juga menyinggung bahwa para patih negara bawahan dan para pembesar lainnya seperti demung berkumpul di kepatihan Majapahit, yang dipimpin oleh patih Gajah Mada. Jadi, seluk-beluk pemerintahan seluruh negara ditentukan oleh patih Majapahit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!