Memilukan, IRT Ini Curhat Ibunya Dipaksa Jadi Pasien COVID-19

Selasa, 04 Agustus 2020 - 23:12 WIB
Wanita yang akrab disapa Rani ini mengaku, tidak punya niatan apa-apa saat mengunggah curhatannya ke media sosial. Dia hanya ingin menyampaikan isi hatinya saja. Namun, curhatan itu ternyata banyak direspons oleh masyarakat.

"Ibu saya belum di tes swab. Namun sudah dinyatakan positif COVID-19. Akhirnya saya meminta untuk mengambil jenazah ibu saya dan dimakamkan sendiri. Yang memakamkan semua anggota keluarga, namun mengenakan alat pelindung diri (APD). Tidak ada tim medis yang ikut memakamkan," tuturnya.

(Baca juga: Demi Dapatkan Layanan Kesehatan, Warga Pasuruan Antre Pakai Batu )

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama RSUD R. Soedarsono Kota Pasuruan , Tina Sulistayni mengatakan, tidak ada paksaan terhadap pasien dan keluarganya. Semua yang dilakukan sesuai prosedur yang berlaku.

"Kami tidak melakukan pemaksaan, semua penanganan didasarkan hasil pemeriksaan medis. Kami akan tindak lanjuti curhatan itu dengan komunikasi dan koordinasi bersama keluarga pasien. Sampai meninggal, pasien masih berstatus probable," tegasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!