Cegah DBD, Pemko Pematang Siantar Galakkan 3M Plus dan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik
Rabu, 04 Oktober 2023 - 14:22 WIB
Upaya itu, dapat dilakukan melalui kampanye kesehatan massal seperti gotong royong atau Jumat bersih, koordinasi dengan OPD terkait, serta menyampaikan informasi melalui media cetak dan elektronik.
Jangan Abaikan 3M
Hal lain yang dapat dilakukan, kata Irma, adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M plus sekali seminggu.
"Nyamuk demam berdarah itu, senangnya berkembang biak di genangan air yang bersih. Jentik-jentik yang ada di genangan air bersih, jika tidak diperhatikan dalam masa 5 hari akan berubah menjadi nyamuk," kata Irma Suryani.
Nyamuk demam berdarah, menurut Irma Suryani, harus diberantas dengan menguras bak mandi minimal sekali seminggu, menutup penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.
"Plusnya, mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk, memberantas jentik nyamuk dengan larvasida di genangan air, dan menanam tanaman pengusir nyamuk," ujarnya.
Proses fogging fokus disejumlah desa dalam upaya pemberantasan sebaran nyamuk demam berdarah. (Foto: Pemko Pematang Siantar)
Selanjutnya, diungkapkan Irma, upaya memberantas sebaran nyamuk demam berdarah, dapat dilakukan jika rasa kebersamaan dapat diwujudkan jika masyarakat tidak mengabaikan 3M plus. Kemudian, bagaimana membangun kerja sama di tingkat kelurahan dalam hal menggalakkan program "Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J)."
"Dengan memberdayakan peran serta masyarakat melalui peran anggota keluarga sebagai juru pantau jentik (Jumantik) di dalam dan sekitar rumah, adalah upaya dalam memutus pertumbuhan aedes aegypty. Membunuh jentik-jentik nyamuk akan menjadi penyelesaian masalah penularan demam berdarah," tutur Irma.
Jangan Abaikan 3M
Hal lain yang dapat dilakukan, kata Irma, adalah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3M plus sekali seminggu.
"Nyamuk demam berdarah itu, senangnya berkembang biak di genangan air yang bersih. Jentik-jentik yang ada di genangan air bersih, jika tidak diperhatikan dalam masa 5 hari akan berubah menjadi nyamuk," kata Irma Suryani.
Nyamuk demam berdarah, menurut Irma Suryani, harus diberantas dengan menguras bak mandi minimal sekali seminggu, menutup penampungan air, dan memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas.
"Plusnya, mencegah gigitan nyamuk dengan penggunaan cairan anti nyamuk, memberantas jentik nyamuk dengan larvasida di genangan air, dan menanam tanaman pengusir nyamuk," ujarnya.
Proses fogging fokus disejumlah desa dalam upaya pemberantasan sebaran nyamuk demam berdarah. (Foto: Pemko Pematang Siantar)
Selanjutnya, diungkapkan Irma, upaya memberantas sebaran nyamuk demam berdarah, dapat dilakukan jika rasa kebersamaan dapat diwujudkan jika masyarakat tidak mengabaikan 3M plus. Kemudian, bagaimana membangun kerja sama di tingkat kelurahan dalam hal menggalakkan program "Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J)."
"Dengan memberdayakan peran serta masyarakat melalui peran anggota keluarga sebagai juru pantau jentik (Jumantik) di dalam dan sekitar rumah, adalah upaya dalam memutus pertumbuhan aedes aegypty. Membunuh jentik-jentik nyamuk akan menjadi penyelesaian masalah penularan demam berdarah," tutur Irma.
Lihat Juga :