Pasuruan Always Fresh Siap Sambut Wisatawan di Era Adaptasi Kenormalan Baru

Jum'at, 31 Juli 2020 - 06:53 WIB
Selain pesona alamnya, di Pintu Langit terdapat greenhouse, yaitu rumah budidaya tanaman hidroponik.Ada tomat ceri serta deretan famili selada baby romaine lettuce dan selada keriting juga pakcoy atau sawi daging. Kalau tertarik pengunjung pun bisa memetik aneka sayuran dan tomat ceri yang siap panen.

”Tanaman yang dibudidayakan di sini sudah standart hidroponik, ini produk makanan sehat,” ujar Syaifulah Yusuf atau yang lebih akrab dipanggil Gus Ipul, pemilik sekaligus penggagas seluruh konsep wahana di Ngopibareng Pintu Langit.

Saat dibuka Agustus nanti, di pintu masuk para pengunjung diwajibkan memakai masker dan dilanjutkan dengan beberapa pemeriksaan, mulai suhu tubuh dengan thermo gun, lokasi pembelian tiket berjarak sesuai aturan physical distancing sebelum kemudian dipersilahkan memasuki bilik disinfektan herbal. Pengelola juga menyediakan tempat cuci tangan dan sabun dan handsanitizer.

Keindahan Alam Berbalut Kearifan Lokal Bromo

Nah, objek wisata yang satu ini tentu sudah sangat dikenal, yaitu Bromo. Siapa pun orangnya, asal pernah berkunjung, pasti mengagumi indahnya sunrise di kawasan Gunung Bromo. Kecantikan alam itu terasa lengkap dengan hadirnya kearifan lokal masyarakat yang masih terjaga sampai saat ini. Tak heran bila Bromo memiliki daya pikat tinggi sebagai destinasi wisata berskala internasional.

Sudah barang tentu, konsep paket Wisata Desa yang disematkan kepada Desa Tosari yang menjadi lokasi titik pantau sunrise tersebut sangat cocok dijadikan sebagai jujugan tempat berwisata alam.Terutama bagi masyarakat urban untuk sejenak menghirup udara segar di tengah padatnya rutinitas.

Terletak di dataran tinggi, selama ini Tosari sangat familiar sebagai daerah di Kabupaten Pasuruan yang dijadikan akses jalan utama bagi para pendaki untuk mencapai gunung Bromo melalui jalur Pananjakan. Hanya membutuhkan waktu tempuh sekitar ± 1,5 jam dengan kendaraan, wisatawan akan disuguhi panorama alam khas pegunungan. Lengkap dengan sensasi melewati jalan berkelok yang menjadi ciri khas jalur Tosari dengan barisan pohon pinus dan bentangan langit biru nan begitu elok.

Bagi pemburu 'kerlingan' sang surya yang selalu mengintip dibalik gunung setiap paginya itu, dinginnya hawa pegunungan yang berkisar antara 3 derajat Celcius-pun seakan terabaikan. Segera tergantikan dengan sajian keindahan matahari terbit nan sangat mempesona pengunjung yang jauh-jauh datang untuk menikmati eksotisme matahari terbit.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!