Konflik Internal Mengerikan Picu Kerajaan Sunda Kerap Berganti-ganti Ibu Kota

Jum'at, 23 Juni 2023 - 07:34 WIB
Ibu kota Kerajaan Sunda selalu berpindah-pindah imbas adanya konflik di internal istana
Ibu kota Kerajaan Sunda selalu berpindah-pindah imbas adanya konflik di internal istana. Perpindahan ibu kota itu menghindari serangan dan pemberontakan dari musuh yang tak lain ada di internal kerajaan. Pusat pemerintahan itu berpindah-pindah dari barat ke timur dan sebaliknya, setiap masing-masing raja yang memerintah.

Hal ini bermula ketika keturunan Manarah, yang laki- laki memerintah. Saat itu garis keturunan terputus sehingga dalam tahun 852 M taha Galuh jatuh kepada keturunan Banga, yaitu Rakeyan Wuwus yang beristerikan puteri Galuh, seperti yang dikemukakan Saleh Danasasmita pada bukunya "Menemukan Kerajaan Sunda".



Sebaliknya adik perempuan Rakeyan Wuwus menikah dengan putera Galuh yang kemudian menggantikan kedudukan iparnya sebagai raja Sunda IX dengan gelar Prabu Darmaraksa Buana. Kehadiran orang Galuh sebagai raja Sunda di Pakuan waktu itu belum dapat diterima secara umum sama halnya dengan kehadiran Sanjaya dan Tamperan sebagai orang Sunda di Galuh.

Baca juga: Kisah Joko Tulus, Sosok Santri yang menjadi Preman Pemimpin Lokalisasi Kebo Ireng
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!