Kisah Sultan Amangkurat I Marah Besar dengan Pangeran Jambi Gara-gara 5 Kali Dipanggil Enggan Datang
Sabtu, 03 Juni 2023 - 09:12 WIB
Seperti juga telah terjadi dengan utusan-utusan lain, untuk membuat mereka lebih bersujud lagi atau dengan kata lain lebih tunduk lagi pada Mataram.
Sehubungan dengan itu, orang tentu akan ingat kepada Cirebon. Tetapi dugaan ini ternyata tidak benar. Mereka berdua kembali ke tanah air masing-masing dengan selamat, sekalipun tidak dengan segera.
Pentingnya kunjungan kedua utusan dari Pulau Sumatera ini digambarkan pada Babad Momana. Saat itu Babad mengisahkan seorang adipati dari Jambi menghadap kepada Raja Mataram, Sultan Amangkurat I.
Ia menyampaikan dengan segala hormat pakaian seorang hamba Raja Adipati Jambi untuk sowan atau menghadap nyaosi panganggeni abdi dalem.
Babad Sangkala menambah keterangan ini dengan catatan tentang kedatangan utusan-utusan Palembang. Mereka datang untuk menyampaikan berita tentang mangkatnya raja mereka (wong Jambi myang Palembang prapta matur ratunya pejah).
Sehubungan dengan itu, orang tentu akan ingat kepada Cirebon. Tetapi dugaan ini ternyata tidak benar. Mereka berdua kembali ke tanah air masing-masing dengan selamat, sekalipun tidak dengan segera.
Pentingnya kunjungan kedua utusan dari Pulau Sumatera ini digambarkan pada Babad Momana. Saat itu Babad mengisahkan seorang adipati dari Jambi menghadap kepada Raja Mataram, Sultan Amangkurat I.
Ia menyampaikan dengan segala hormat pakaian seorang hamba Raja Adipati Jambi untuk sowan atau menghadap nyaosi panganggeni abdi dalem.
Babad Sangkala menambah keterangan ini dengan catatan tentang kedatangan utusan-utusan Palembang. Mereka datang untuk menyampaikan berita tentang mangkatnya raja mereka (wong Jambi myang Palembang prapta matur ratunya pejah).
(shf)
Lihat Juga :