Viral ! Buku Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2019 di Sidimpuan Sampai Ada 3
Senin, 20 Juli 2020 - 09:18 WIB
Khoiruddin menduga, jika tidak ada sesuatu yang kurang, tidak mungkin buku tersebut diterbitkan dalam rentang waktu yang berdekatan setelah keluar audit BPK. (BACA JUGA: Relawan Berikan Trauma Healing Kepada Anak-Anak Korban Banjir Bandang Luwu Utara)
“Jika tidak karena "sesuatu hal" yang kurang benar, bagaimana mungkin buku ini bisa terbit 3 macam dalam rentang waktu berdekatan (trio rancangan pertanggungjawaban APBD 2019). Trus kok ada kembaran2 gini setelah keluar audit BPK itu ya. Jadi yang mana yang Kira2 yang dipakai BPK untuk audit kemarin ya ? Ntahlah... pusing pala Barbie... Terserah kalian sajalah yang mana mau kalian bahas. Mau ke 3 nya pun boleh, mungkin cukup 2 jam saja per buku. Atau cukup 1 aja yang lain anggap pemanis saja,” tulisnya.
Mantan Anggota DPRD Padangsidimpuan periode 2014-2019 ini juga menjabarkan perbedaan ke 3 buku teraebut. Mulai dari warna sampul, judul tulisan sampul, jumlah lembaran halaman , isinya yang berbeda dan jumlah angka yang berbeda.
“Perbedaan buku yang 3 ini tidak cuma warna kulit sampul, - judul tulisan sampul, - jumlah lembaran halamannya 300an, 700an & 1.000an halaman, - isinya juga berbeda2, - jumlah angkanya berbeda2,” terangnya. (BACA JUGA: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid)
Khoiruddin juga menyakinin, dampak penerbitan 3 buku pertanggungjawaban Pemkot Padangsidimpuan ini akan memakan korban. Mulai dari pemberi perintah, penanggung jawab anggaran, pengguna anggaran, yang membahas dan mengesahkan anggaran, yang membahas dan menerima pertangguungjawaban pelaksanaanya atau yang mengetuk palunya.
“Jika tidak karena "sesuatu hal" yang kurang benar, bagaimana mungkin buku ini bisa terbit 3 macam dalam rentang waktu berdekatan (trio rancangan pertanggungjawaban APBD 2019). Trus kok ada kembaran2 gini setelah keluar audit BPK itu ya. Jadi yang mana yang Kira2 yang dipakai BPK untuk audit kemarin ya ? Ntahlah... pusing pala Barbie... Terserah kalian sajalah yang mana mau kalian bahas. Mau ke 3 nya pun boleh, mungkin cukup 2 jam saja per buku. Atau cukup 1 aja yang lain anggap pemanis saja,” tulisnya.
Mantan Anggota DPRD Padangsidimpuan periode 2014-2019 ini juga menjabarkan perbedaan ke 3 buku teraebut. Mulai dari warna sampul, judul tulisan sampul, jumlah lembaran halaman , isinya yang berbeda dan jumlah angka yang berbeda.
“Perbedaan buku yang 3 ini tidak cuma warna kulit sampul, - judul tulisan sampul, - jumlah lembaran halamannya 300an, 700an & 1.000an halaman, - isinya juga berbeda2, - jumlah angkanya berbeda2,” terangnya. (BACA JUGA: Sujud Syukur Dunia Islam Sambut Kemenangan Al-Fatih, Hagia Sophia Jadi Masjid)
Khoiruddin juga menyakinin, dampak penerbitan 3 buku pertanggungjawaban Pemkot Padangsidimpuan ini akan memakan korban. Mulai dari pemberi perintah, penanggung jawab anggaran, pengguna anggaran, yang membahas dan mengesahkan anggaran, yang membahas dan menerima pertangguungjawaban pelaksanaanya atau yang mengetuk palunya.
Lihat Juga :