Rekomendasi Tim Audit: Bangunan Stadion Mattoanging Harus Dibongkar Total
Rabu, 29 April 2020 - 06:05 WIB
Hasil audit fisik ini dikatakan sudah dilaporkan kepada Gubernur Sulsel melalui video conference, kemarin. Dalam kesempatan itupula, Arwin memaparkan tahapan progres rehabilitasi Stadion Mattoanging.
Selain audit forensik, beberapa tahapan rehabilitasi ini juga sudah berjalan. Misalnya penyusunan DELH dan amdal sementara berproses sejak 1 April dan diharapkan rampung selama 90 hari sesuai kontrak. Kemudian penyusunan andalalin, diharapkan sudah mukai 30 April mendatang.
"Secara simultan juga dilakukan lelang terhadap manajemen konstruksi. Saat ini sudah masuk pada tahap pemasukan penawaran untuk lelang manajemen konstruksi. Kita harapkan ini selesai tahapannya 14 Mei," imbuhnya.
Sembari semua tahapan itu berjalan secara simultan, Dispora Sulsel mulai mempersiapkan proses lelang perencanaan detail engineering design (DED). Proses ini sementara dalam tahap review dokumen oleh Inspektorat Sulsel bersama unit kerja pengadaan barang/jasa (UKPBJ).
"Setelah review baru dilelang DED-nya. DED ini untuk perencanaan konstruksi. Kemudian setelah rampung ini, baru kita usulkan lelang konstruksi. Jadi secepatnya untuk proses DED. Kita harap bisa melakukan percepatan di proses ini, kemudian kita lelang untuk rehab fisik stadion," jelasnya.
Diketahui, Pemprov Sulsel telah menganggarkan dana sekitar Rp200 miliar di APBD 2020 untuk rehabilitasi Stadion Mattoanging. Dengan rincian, penyusunan andalalin Rp248,8 juta, DELH/Amdal Rp748,9 juta, manajemen konstruksi Rp4,060 miliar, hingga tahap konstruksi Rp194 M.
Untuk menjadikannya stadion bertaraf internasional, dibutuhkan total anggaran sekitar Rp900 miliar. Makanya selain APBD, rehab stadion juga mengandalkan dana dari APBN yang oleh Dispora Sulsel sudah mengajukan usulan ke Kemenpora.
Selain audit forensik, beberapa tahapan rehabilitasi ini juga sudah berjalan. Misalnya penyusunan DELH dan amdal sementara berproses sejak 1 April dan diharapkan rampung selama 90 hari sesuai kontrak. Kemudian penyusunan andalalin, diharapkan sudah mukai 30 April mendatang.
"Secara simultan juga dilakukan lelang terhadap manajemen konstruksi. Saat ini sudah masuk pada tahap pemasukan penawaran untuk lelang manajemen konstruksi. Kita harapkan ini selesai tahapannya 14 Mei," imbuhnya.
Sembari semua tahapan itu berjalan secara simultan, Dispora Sulsel mulai mempersiapkan proses lelang perencanaan detail engineering design (DED). Proses ini sementara dalam tahap review dokumen oleh Inspektorat Sulsel bersama unit kerja pengadaan barang/jasa (UKPBJ).
"Setelah review baru dilelang DED-nya. DED ini untuk perencanaan konstruksi. Kemudian setelah rampung ini, baru kita usulkan lelang konstruksi. Jadi secepatnya untuk proses DED. Kita harap bisa melakukan percepatan di proses ini, kemudian kita lelang untuk rehab fisik stadion," jelasnya.
Diketahui, Pemprov Sulsel telah menganggarkan dana sekitar Rp200 miliar di APBD 2020 untuk rehabilitasi Stadion Mattoanging. Dengan rincian, penyusunan andalalin Rp248,8 juta, DELH/Amdal Rp748,9 juta, manajemen konstruksi Rp4,060 miliar, hingga tahap konstruksi Rp194 M.
Untuk menjadikannya stadion bertaraf internasional, dibutuhkan total anggaran sekitar Rp900 miliar. Makanya selain APBD, rehab stadion juga mengandalkan dana dari APBN yang oleh Dispora Sulsel sudah mengajukan usulan ke Kemenpora.
Lihat Juga :