Waspadai Potensi Penyelewengan Anggaran Bantuan Tak Terduga COVID-19
Jum'at, 17 Juli 2020 - 19:54 WIB
Kasrudi menyebut dewan berencana melakukan pengawasan langsung terkait penggunaan anggaran ini. Salah satunya dengan melakukan sidak di sejumlah lini. Utamanya, penyaluran anggaran bagi tenaga honorer dan bantuan sosial yang sempat dicurigai disalahgunakan.
"Saya kira bisa disalahgunakan (modusnya honorer fiktif). Itu kan tadinya dia bilang 7.000 orang, bisa saja di lapangan justru hanya 5.000 orang.
Kan bisa saja begitu, ini yang mau kita periksa," tutur dia.
Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zaenal Ibrahim, sebelumnya sempat mengkhawatirkan hal yang sama. Utamanya bagi tenaga honorer fiktif yang berpotensi dimainkan oknum tidak bertanggungjawab.
Honorer COVID-19 sendiri diketahui tersebar di berbagai tempat, seperti posko COVID-19, pembantu tenaga medis, hingga mereka yang terlibat dalam pemeriksaan surat bebas virus corona. Dimana masing-masing individu menerima Rp75.000 per hari.
"Saya kira bisa disalahgunakan (modusnya honorer fiktif). Itu kan tadinya dia bilang 7.000 orang, bisa saja di lapangan justru hanya 5.000 orang.
Kan bisa saja begitu, ini yang mau kita periksa," tutur dia.
Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zaenal Ibrahim, sebelumnya sempat mengkhawatirkan hal yang sama. Utamanya bagi tenaga honorer fiktif yang berpotensi dimainkan oknum tidak bertanggungjawab.
Honorer COVID-19 sendiri diketahui tersebar di berbagai tempat, seperti posko COVID-19, pembantu tenaga medis, hingga mereka yang terlibat dalam pemeriksaan surat bebas virus corona. Dimana masing-masing individu menerima Rp75.000 per hari.
Lihat Juga :