Jumlah Pengungsi Banjir Bandang Luwu Utara Mencapai 14.483
Jum'at, 17 Juli 2020 - 08:34 WIB
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Utara terus melakukan penanganan para penyintas dan pendataan di lapangan. Saat ini prioritas utama adalah pencarian dan evakuasi korban yang masih hilang.
Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB pada Kamis (16/7/2020), ada 15 orang yang masih hilang dan korban meninggal berjumlah 30 orang. Tim mengerahkan 539 personel untuk mencari dan mengevakuasi warga yang hanut terbawa derasnya air banjir.
“Kejadian ini mengakibatkan puluhan orang dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Sebanyak 3.667 kartu keluarga (KK) atau 14.483 orang mengungsi di tiga kecamatan,” ujar Raditya.
(Baca juga: Rebutan Gadis, Pemuda 21 Tahun di Pekanbaru Tewas Ditikam Pesaing )
Tempat pengungsian tersebut di Kecamatan Sabbang, Baebunta, dan Massamba. Para pengungsi membutuhkan suplai air bersih, obat-obatan, susu, popok untuk balita dan lansia, pakaian dalam wanita, selimut, sarung, dan peralatan pembersih rumah.
Berdasarkan data Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB pada Kamis (16/7/2020), ada 15 orang yang masih hilang dan korban meninggal berjumlah 30 orang. Tim mengerahkan 539 personel untuk mencari dan mengevakuasi warga yang hanut terbawa derasnya air banjir.
“Kejadian ini mengakibatkan puluhan orang dirawat di sejumlah rumah sakit dan puskesmas. Sebanyak 3.667 kartu keluarga (KK) atau 14.483 orang mengungsi di tiga kecamatan,” ujar Raditya.
(Baca juga: Rebutan Gadis, Pemuda 21 Tahun di Pekanbaru Tewas Ditikam Pesaing )
Tempat pengungsian tersebut di Kecamatan Sabbang, Baebunta, dan Massamba. Para pengungsi membutuhkan suplai air bersih, obat-obatan, susu, popok untuk balita dan lansia, pakaian dalam wanita, selimut, sarung, dan peralatan pembersih rumah.
Lihat Juga :