Mantan Dokter RSCM Mohon Keadilan ke Menteri Agraria

Senin, 27 April 2015 - 06:46 WIB
Mantan Dokter RSCM Mohon...
Mantan Dokter RSCM Mohon Keadilan ke Menteri Agraria
A A A
JAKARTA - Pensiunan dokter RSCM dr Adjit Sing Gill memohon keadilan kepada Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan karena persoalan sengketa tanahnya hingga bertahun-tahun tak kunjung selesai.

Padahal sebelumnya Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan saat raker dengan Komisi II DPR pada 16 April 2015 lalu menjanjikan persoalan penyelesaian sengketa tanah akan dipercepat penanganannya. (Baca : Penanganan Sengketa Tanah Dipercepat)

Mantan staf pengajar pasca sarjana Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sebelumnya pada 10 September 2012 telah meminta BPN segera membatalkan Sertifikat No 52 dan 53 di Ratu Jaya, Depok, Jawa Barat, atas nama Partono Wiraputra. Namun hingga kini tidak mendapat kejelasan.

Permohonannya ini bukan tanpa alasan karena didasari pada putusan pengadilan di tingkat Peninjauan Kembali (PK) dan telah berkekuatan hukum tetap yang telah menguatkan putusan Kasasi No 3297k/Pdt/1998 tanggal 30 Mei 2000.

Dalam putusan tersebut dinyatakan, akta-akta jual beli sebagai dasar peralihan dan yang mendasari terbitnya sertifikat hak milik (SHM) No52 dan 53 adalah akta palsu.

Karena jual beli dilakukan tidak dihadapan pejabat pembuat akta tanah (PPAT) dan tidak disertai penyerahan tanah dari penjual dan pembeli.

"Seharusnya Menteri Agraria selaku kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Republik Indonesia harus segera membatalkan sertifikat tersebut karena cacat hukum dan semua proses hukum perdata soal tanah tersebut sudah berkekuatan hukum tetap (incrach)," kata Adjit, Minggu (26/4/2015).

Menurut dokter ahli jantung ini, dirinya selaku pemilik tanah tersebut sebelumnya sudah mengirim surat permohonan pembatalan sertifikat tersebut ke Kepala Kanwil BPN Jawa Barat dan Kepala BPN RI.

Sehingga Kepala BPN RI dengan surat No 5148/27.3/600/XII/2013 tanggal 23 Desember 2013 yang ditandatangani Deputi Bidang Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Tanah menyampaikan surat kepada Kepala Kanwil BPN Jawa Barat untuk melakukan penelitian fisik dan yuridis mengenai permasalahan tanah ini agar dapat diselesaikan.

"Tapi hingga sekarang ini tidak ada kelanjutannya. Karenanya saya berharap pak Menteri bisa segera membatalkan sertifikat tanah atas nama Partono Saputra dan segera membenahi jajarannya di Kanwil BPN Jawa Barat dan Depok, " timpal Adjit. (Baca juga : Menteri Agraria Diminta Segera Batalkan Sertifikat Partono Wiraputra)

Adjit juga menjelaskan, berdasarkan hasil telaah Direktur Perkara di Kantor BPN Pusat, membuktikan bahwa sertifikat tanah tersebut lahir dari pecahan Sertifikat No35/Ratujaya yang riwayat tanahnya tidak terdaftar pada letter C di Kelurahan Ratujaya.

Selain itu pada tahun 1981 belum ada sertipikat yang diterbitkan diatas tanah tersebut, padahal pada warkah tanah Kantor BPN Depok, Sertifikat No35 Ratujaya diterbitkan pada tahun 1981.

"Jadi dengan bukti-bukti dan hasil gelar perkara serta telaah tersebut tidak ada alasan lagi bagi Menteri Agraria selaku kepala BPN RI untuk segera membatalkan Serifikat No52 dan 53 atas nama Partono Wiraputra, " tandas Adjit.
(sms)
Berita Terkait
Akses Jalan Ditutup,...
Akses Jalan Ditutup, Warga RW 013 Desak CMNP Cari Solusi atau Hadapi Demonstrasi
Gegara Sengketa Lahan,...
Gegara Sengketa Lahan, Warga di Bone Sabit Tetangga Hingga Tewas
Sejumlah Warga Laporkan...
Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penyerobotan Tanah ke Polisi
Korban Penipuan Tanah...
Korban Penipuan Tanah Bingung Tak Diberi Kabar Persidangan
Ganti Rugi Tanah Ulayat...
Ganti Rugi Tanah Ulayat untuk Pembangunan Bandara Siboru Belum Tuntas
Lahan Dicaplok Perusahaan,...
Lahan Dicaplok Perusahaan, Petani Desa Dayun Sambangi Istana Merdeka
Berita Terkini
Kebakaran TPA Jatiwaringin...
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dinilai Alarm Keras Tata Kelola Sampah, DPR: Open Dumping Tak Bisa Ditoleransi
1 jam yang lalu
Kakanwil Imigrasi Bali...
Kakanwil Imigrasi Bali Felucia Sengky Ratna Raih Anugerah Figur Akselerator Kemajuan
2 jam yang lalu
Serahkan Jenazah Pilot...
Serahkan Jenazah Pilot PT AMA, Pangkogabwilhan III Kutuk Keras Penembakan Pelayan Kemanusiaan
2 jam yang lalu
Penelitian Unair: Galon...
Penelitian Unair: Galon Polikarbonat Tak Terkait Gangguan Hormon hingga Kanker
3 jam yang lalu
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
4 jam yang lalu
Berbagi Kebahagiaan,...
Berbagi Kebahagiaan, Komunitas Pajero One Santuni Puluhan Anak Yatim
4 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved