Pasca Zaenab Dieksekusi, Pemerintah Janji Lebih Serius Memonitor TKI
Minggu, 19 April 2015 - 14:33 WIB
Pasca Zaenab Dieksekusi, Pemerintah Janji Lebih Serius Memonitor TKI
A
A
A
BANGKALAN - Pemerintah berjanji akan lebih serius memonitor Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pasca eksekusi mati terhadap TKI asal Bangkalan Siti Zaenab.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise mengatakan, hal ini dilakukan untuk menghindari kasus serupa pada masa mendatang. Para TKI akan dipantau bekerja dimana dan skill apa yang dimiliki bersangkutan.
"Kami kesini memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan atas dieksekusinya ibu Zaenab oleh pemerintah Arab Saudi, yang tanpa diberitahu sebelumnya. Kami sangat kaget atas adanya eksekusi ini," kata Yohana ketika berkunjung ke rumah alm Siti Zaenab di Desa Martajasah, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Minggu (19/4/2015).
Menurut Yohana, pemerintah harus melindungi para TKI yang berada di luar negeri. Pihaknya berharap kedepan tidak boleh terjadi lagi kasus serupa, sistem yang ada harus dibuat lebih baik.
"Kita akan bekerjasama dengan kementerian lain untuk mengetahui datanya berapa TKI yang berada di luar. Lalu negara mana saja yang menerima TKI, itu harus dipantau," paparnya.
Apalagi, sambung Yohana, Presiden Jokowi telah membuat moratorium Pembantu Rumah Tangga (PRT) sudah tidak lagi dikirim keluar negeri untuk menjadi TKI. Kedepan TKI yang dikirim harus berkualitas dan mempunyai skill.
"TKI sebelum diberangkatkan harus betul-betul disiapkan. Selain itu, Pemberdayaan perempuan juga harus dilakukan supaya yang menganggur mempunyai aktivitas sehingga bisa membantu ekonomi keluarga. Jadi, tidak perlu lagi menjadi TKI cukup bekerja di dalam negeri," tandasnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tersebut juga memberikan santunan terhadap putra almarhumah Siti Zaenab, Sarifuddin.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise mengatakan, hal ini dilakukan untuk menghindari kasus serupa pada masa mendatang. Para TKI akan dipantau bekerja dimana dan skill apa yang dimiliki bersangkutan.
"Kami kesini memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan atas dieksekusinya ibu Zaenab oleh pemerintah Arab Saudi, yang tanpa diberitahu sebelumnya. Kami sangat kaget atas adanya eksekusi ini," kata Yohana ketika berkunjung ke rumah alm Siti Zaenab di Desa Martajasah, Kecamatan Kota, Kabupaten Bangkalan, Minggu (19/4/2015).
Menurut Yohana, pemerintah harus melindungi para TKI yang berada di luar negeri. Pihaknya berharap kedepan tidak boleh terjadi lagi kasus serupa, sistem yang ada harus dibuat lebih baik.
"Kita akan bekerjasama dengan kementerian lain untuk mengetahui datanya berapa TKI yang berada di luar. Lalu negara mana saja yang menerima TKI, itu harus dipantau," paparnya.
Apalagi, sambung Yohana, Presiden Jokowi telah membuat moratorium Pembantu Rumah Tangga (PRT) sudah tidak lagi dikirim keluar negeri untuk menjadi TKI. Kedepan TKI yang dikirim harus berkualitas dan mempunyai skill.
"TKI sebelum diberangkatkan harus betul-betul disiapkan. Selain itu, Pemberdayaan perempuan juga harus dilakukan supaya yang menganggur mempunyai aktivitas sehingga bisa membantu ekonomi keluarga. Jadi, tidak perlu lagi menjadi TKI cukup bekerja di dalam negeri," tandasnya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia tersebut juga memberikan santunan terhadap putra almarhumah Siti Zaenab, Sarifuddin.
(sms)