Ngaku Ditipu, Puluhan Peserta Bimbel Sambangi Kantor Polisi

Rabu, 08 April 2015 - 23:30 WIB
Ngaku Ditipu, Puluhan...
Ngaku Ditipu, Puluhan Peserta Bimbel Sambangi Kantor Polisi
A A A
JAKARTA - Puluhan peserta bimbingan belajar (bimbel) Global Language Center mendatangi Polsek Pasar Minggu lantaran mengaku ditipu. Mereka mengadukan, kalau seorang owner di lembaga itu membawa kabur uang para peserta bimbel mencapai ratusan juta rupiah.

"Mereka datang beramai-ramai. Sudah seperti orang mau demo saja. Tapi, dia ke sini bukan untuk melapor. Tapi berkoordinasi dan menanyakan payung hukumnya soal masalah yang dihadapinya," tutur Pejabat Sementara (Pjs) Kapolsek Pasar Minggu AKP Agus Prayitno di kepada Sindonews di Polsek Pasar Minggu, Rabu (8/4/2015).

Akibatnya, kata dia, sejumlah pengajar di lembaga itu tidak mendapatkan gaji. "Peserta bimbel sudah bayar dan gaji gurunya tidak dibayar-bayar. Yang cerita pun sambil nangis-nangis," katanya.

Sejalan dengan Agus, Andi (24) seorang peserta bimbel mengatakan, dirinya baru mengikuti bimbel di lembaga tersebut pada bulan Januari 2015. Namun, baru dua bulan menjalani bimibingan, tepatnya pada bulan Maret 2015, tempat tersebut sudah ditutup.

"Saya ambil bahasa Inggris, dengan paket enam bulan, seharga 5,5 juta. Namun, baru dua bulanan berjalan, pertengahan Maret, lembaga ini sudah mulai off. Katanya, sang pemilik kabur bawa uang pelajar," urainya.

Pria yang mengaku tinggal di Mampang, Jakarta Selatan itu membeberkan, lembaga tersebut sudah berdiri selama satu tahun dan memiliki tiga kantor cabang lainnya yang ada di Cibubur Junction, MM Bekasi, dan Gajah Mada. Namun, semua kantor cabang pun sudah tidak aktif lagi.

Sedangkan ownernya yang di duga membawa kabur uang para peserta yang jumlahnya ratusan juta rupiah itu bernama Fenty Teekla Sugama (40) asal Manado.

Sejalan dengan Andi, seorang guru bahasa Inggris di Global Language Center, Cipto (36) mengungkapkan, dirinya ikut mendatangi Polsek Pasar Minggu lantaran ingin mengadu kalau dirinya belum mendapatkan gaji selama dua bulan.

"Sudah dua bulan enggak dibayar-bayar. Makanya, kami datang untuk menanyakan payung hukumnya. Setelah itu kami akan laporkan hal ini," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Gelapkan Rp1,7 Miliar,...
Gelapkan Rp1,7 Miliar, Aipda DS Dilaporkan di Propam Polda Sumsel
Terbukti Gelapkan Uang...
Terbukti Gelapkan Uang Jual Beli Kayu Rp3,6 Miliar, Bos PT DTA Divonis 1 Tahun
Diduga Lakukan Penipuan,...
Diduga Lakukan Penipuan, Pasutri Ini Dijebloskan ke Tahanan Polda Metro
Ditipu Rp1,5 M, Pria...
Ditipu Rp1,5 M, Pria Asal Surabaya Langsung Polisikan Direktur 2 Perusahaan
Surat SP2HP Terbit,...
Surat SP2HP Terbit, Kuasa Hukum Pelapor: Hormati Proses Hukum yang Berjalan
Pelaku Penipuan yang...
Pelaku Penipuan yang Beraksi di Natuna Ditangkap di Batam
Berita Terkini
Peningkatan Kualitas...
Peningkatan Kualitas SDM Jadi Syarat Pembangunan Jakarta Menuju Kota Global
17 menit yang lalu
Terowongan Arah Utara...
Terowongan Arah Utara MRT Jakarta Bundaran HI-Kota Rampung Digali, Tembus hingga Kedalaman 28 Meter
27 menit yang lalu
Jampidsus Febrie Adriansyah...
Jampidsus Febrie Adriansyah Mundur, Rumahnya di Jaksel Tak Lagi Dijaga Khusus TNI
1 jam yang lalu
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
3 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
12 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
15 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta OTT Wamenaker...
5 Fakta OTT Wamenaker Immanuel Ebenezer, KPK Sita Uang dan Puluhan Kendaraan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved